Kitakini.news -
Luis Enrique kembali mengukir sejarah emas dalam dunia kepelatihan. Setelah sukses besar bersama
Barcelona pada 2015, kini ia mengulanginya di Paris Saint-Germain (PSG). Musim 2024–25, Enrique mengantarkan
PSG meraih treble winner — Ligue 1, Piala Prancis, dan Liga Champions — sekaligus melihat anak asuhnya, Ousmane Dembélé, dinobatkan sebagai pemenang Ballon d'Or 2025.
Keberhasilan ini menghadirkan deja vu. Pada musim 2014–15, Enrique memimpin Barcelona menutup musim dengan treble gemilang. Saat itu, Lionel Messi tampil sebagai bintang utama dan menegaskan statusnya sebagai pemain terbaik dunia dengan merebut Ballon d'Or.
Treble dan Ballon d'Or di Paris
Di bawah arahan Enrique, PSG tampil dominan sepanjang musim. Dembélé menjadi motor serangan dengan kontribusi krusial di liga domestik maupun Eropa. Enrique bahkan jauh sebelum penganugerahan sudah menegaskan keyakinannya bahwa Dembélé pantas menyabet Ballon d'Or berkat kepemimpinan dan peran besarnya di lapangan.
Keyakinan itu terbukti benar ketika Dembélé diumumkan sebagai pemain terbaik dunia 2025. Gelar tersebut sekaligus menambah daftar panjang bintang Prancis peraih trofi emas, dari Raymond Kopa hingga Karim Benzema. Enrique pun tak luput dari sorotan dengan gelar Pelatih Terbaik tahun ini.
Mengulang Jejak di Barcelona
Kesuksesan di Paris tak lepas dari pengalaman Enrique di Barcelona. Pada musim debutnya 2014–15, ia membawa Barça memenangi La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Messi menjadi nyawa tim dengan torehan gol spektakuler dan performa luar biasa, yang kemudian mengantarnya merebut Ballon d'Or.
Kesamaan pola inilah yang menempatkan Enrique di jajaran elite. Ia bukan hanya pemenang treble, tetapi juga pelatih yang mampu mengantarkan anak asuhnya meraih penghargaan individu paling bergengsi.
Pelatih dengan Sentuhan Ballon d'Or
Dengan dua pencapaian serupa dalam selang satu dekade, Luis Enrique mempertegas reputasinya sebagai pelatih yang mampu menyinergikan kejayaan kolektif dan prestasi individu. Tidak banyak pelatih dalam sejarah yang mampu melihat pemainnya meraih Ballon d'Or dalam musim treble, apalagi melakukannya di dua klub berbeda.
Bagi PSG dan para pendukungnya, keberhasilan Enrique dan Dembélé bukan hanya puncak kejayaan musim lalu, melainkan simbol lahirnya era baru dalam sepak bola Prancis.
Sumber: Reuters, BeIN Sports, FC Barcelona, AS