PSMS Medan

Air Mata Mantan PSMS untuk Ronny Pasla: Witya Meminta Penghargaan Layak bagi Legenda Si Macan Tutul

Harapan Mantan PSMS untuk Penghormatan Ronny Pasla
Sukri - Senin, 24 November 2025 15:00 WIB
istimewa
Ronny Pasla semasa hidupnya. (Kolase foto: Wikipedia/FB Indra Efendi Rangkuti)
Kitakini.news -Kabar duka menyelimuti sepak bola nasional. Mantan penjaga gawang PSMS Medan sekaligus legenda Timnas Indonesia, Ronny Pasla, berpulang pada Senin (24/11/2025) dini hari WIB di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta. Sosok yang dikenal sebagai salah satu kiper terbaik Indonesia itu wafat pada usia 79 tahun.

Doa dan ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan, termasuk dari Ketua Mantan PSMS, Witya Fusen, yang mengakui kehilangan besar atas kepergian senior yang sangat dihormatinya tersebut.

"Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Dia adalah legenda, kiper nasional pertama dari Medan. Panutan kami semua sebagai juniornya," ujar Witya Fusen saat dihubungi, Senin (24/11/2025).

Menurut Witya, Ronny memiliki peran signifikan dalam sejarah PSMS Medan. Ia menjadi bagian penting dari keberhasilan Ayam Kinantan meraih tiga gelar Perserikatan pada 1967, 1969, dan 1971. Bahkan pada level junior, Ronny sudah menunjukkan kualitasnya dengan membawa PSMS juara bersama Tumsila, rekan setimnya di klub dan Timnas.

"Dia motivasi untuk kami semua. Dari dulu sampai sekarang, pemain PSMS selalu meneladani perjuangannya," lanjut Witya.

Tidak hanya menjadi figur sentral di PSMS, Ronny juga meninggalkan jejak besar di Timnas Indonesia. Dengan postur jangkung dan refleks luar biasa, ia dikenal luas dengan julukan 'Macan Tutul'. Salah satu momen yang selalu dikenang adalah ketika Ronny berhasil menggagalkan peluang-peluang dari legenda Brasil, Pele, dalam laga uji coba melawan Santos.

Witya berharap ada bentuk penghargaan resmi dari federasi sebagai penghormatan atas dedikasi Ronny terhadap sepak bola Indonesia.

"Kita berharap ada penghargaan dari PSSI untuk almarhum. Jasanya besar, bangsa ini harus menghormatinya," kata Witya.

Ia juga mengusulkan agar PSMS mengenakan pita hitam sebagai tanda berkabung pada laga melawan Sumsel United dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (24/11) sore.

"Kita ingin ada penghormatan khusus, termasuk doa bersama untuk almarhum," tuturnya.

Witya menambahkan bahwa ia sempat bertemu Ronny di Jakarta dalam silaturahmi para mantan pemain PSMS, dan mengingatnya sebagai figur rendah hati yang selalu memberikan perhatian pada perkembangan sepak bola Indonesia.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Dan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan," pungkas Witya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Duet Eko-Ramon Tribulietx Segera Mulai Persiapan PSMS

Olahraga

Indonesia Gagal ke Final ASEAN U19 Championship, Australia vs Thailand di Partai Puncak

Olahraga

Duel Panas Semifinal, Garuda Muda Belum Pecahkan Kebuntuan di Babak Pertama

Olahraga

Fendi Bocorkan Progres PSMS Saat Ini, Skuad Nyaris Lengkap

Olahraga

Sempat Cedera, Reno Salampessy Ungkap Perjuangannya Demi Semifinal

Olahraga

Indonesia vs Australia, Duel Raksasa Berebut Tiket Final