Kitakini.news -Malam penuh tekanan bagi tuan rumah
Ajax Amsterdam berakhir pahit setelah kalah 0–2 dari
Benfica dalam lanjutan fase grup
Liga Champions 2025–26 di Johan Cruijff ArenA, Rabu (26/11/2025) dini hari WIB atau Selasa waktu setempat. Kemenangan ini menjadi napas panjang bagi Benfica, sekaligus memperdalam krisis yang tengah mendera Ajax
Gol Cepat dan Penutup dari Benfica
Benfica membuka keunggulan lewat gol cepat di menit ke-6, ketika bek kiri mereka, Samuel Dahl, melepaskan tembakan keras memanfaatkan bola pantulan dari kiper Ajax.
Sementara itu, gol penentu lahir di detik-detik akhir. Leandro Barreiro memanfaatkan serangan balik dan menjebol gawang Ajax pada menit ke-90 dengan tembakan keras yang menutup laga.
Ajax Menekan Tapi Tanpa Buah Gol
Ajax sebenarnya memiliki sejumlah peluang. Kapten Davy Klaassen memiliki dua momen emas. Satu tembakan yang diselamatkan kiper dan satu tembakan lain yang melenceng dari dekat gawang.
Namun, upaya mereka gagal membuahkan gol. Statistik menunjukkan Ajax menguasai bola dominan (62%) tetapi tak mampu menembus rapatnya pertahanan Benfica.
Krisis Ajax Semakin Dalam
Hasil ini menandai kekalahan kelima Ajax di fase grup dan tetap tanpa poin dari lima laga. Sebelumnya, performa domestik mereka juga mengecewakan, menambah tekanan pada tim dan manajemen. Sebelumnya, Ajax bahkan pernah diwartakan sebagai "pasangan basement dwellers" bersama Benfica dalam grup setelah keempat pertandingan awal mereka kalah.
Pelatih interim Ajax, Fred Grim, sebelum laga sempat menekankan betapa pentingnya kemenangan: untuk mengembalikan rasa percaya diri para pemain dan memulihkan atmosfer di klub.
Momentum Baru bagi Benfica
Bagi Benfica, kemenangan ini sangat berarti. Di bawah asuhan José Mourinho, mereka akhirnya meraih poin pertama di Liga Champions musim ini, setelah melewati empat kekalahan pada awal kampanye.
Dengan tiga poin kini di tangan, Benfica naik signifikan di klasemen grup, memperpanjang harapan untuk lolos ke babak berikutnya.
Apa Artinya ke Depan?
Untuk Ajax, kekalahan ini bisa menjadi titik balik negatif apabila tak segera disikapi dengan perbaikan taktik dan mental, peluang lolos ke fase knockout semakin sulit.
Bagi Benfica, ini bukan sekadar kemenangan, melainkan sinyal kebangkitan dari masa-masa buruk. Bila mampu menjaga konsistensi, mimpi melaju lebih jauh di Liga Champions masih terbuka.
Sumber: Reuters, ESPN