Kitakini.news - Pertarungan
Islam Makhachev melawan Jack Della Maddalena rupanya tidak hanya memukau para penonton, tetapi juga menggugah salah satu rival lamanya, Arman Tsarukyan. Dalam podcast bersama
Daniel Cormier pada Rabu (26/11/2025), Tsarukyan memberikan respons yang jauh dari dugaan banyak orang ketika dimintai pendapat soal performa sang juara baru kelas Walter UFC.
Tsarukyan, yang pernah dikalahkan Makhachev dan gagal mendapatkan kesempatan rematch, tanpa ragu menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan pesat mantan rival terberat di kelas ringan UFC.
"Aku menduga Islam akan mengalahkannya, tapi bukan seperti itu," ujar Tsarukyan.
"Itu pertarungan yang sangat mudah. Aku tidak tahu, Islam saat ini berada pada puncaknya. Bagaimana dia merasakan jarak, bagaimana striking-nya, bagaimana tenangnya dia. Dia bergerak sangat baik, tidak membuang energi, menyerang di saat yang tepat, dan menjatuhkannya dengan mudah." ucap Tsarukyan.
Tsarukyan juga menyoroti kemampuan pertahanan grappling Makhachev yang menurutnya mencapai level baru.
"Aku tak tahu apa yang dia (Maddalena) lakukan pada pemusatan latihannya, tapi dia tidak bertahan dalam satu upaya takedown pun. Gila." ucap penantang nomor satu kelas ringan UFC itu.
Dalam pernyataan yang semakin menegaskan rasa hormatnya, Tsarukyan menyebut Makhachev sebagai salah satu petarung terbaik saat ini.
"Islam sekarang adalah monster. Dia pound-for-pound yang asli, " ungkapnya.
Menariknya, Tsarukyan juga mengirim pesan langsung kepada Ilia Topuria yang kini ramai disebut sebagai calon lawan berikutnya untuk perebutan gelar kelas ringan.
"Aku cuma mau bilang, Ilia, beranilah. Ambil pertarungan itu dan ayo buat itu terjadi. Orang-orang menunggu. Jangan buat ini macam pertarungan WWE; ada penantang nomor satu di sini," kata dia.
Dalam laga utama UFC 322 di Madison Square Garden, New York, Makhachev mendominasi Della Maddalena dari ronde pertama hingga akhir, mengendalikan pertarungan dengan takedown tepat sasaran dan pengendalian ground selama lebih dari 19 menit.
Komentar Tsarukyan ini sontak memicu perbincangan di komunitas MMA. Dari seorang rival keras menjadi sosok yang mengakui kehebatan Makhachev, pernyataan tersebut menambah panas dinamika perebutan posisi puncak kelas ringan dan cap *pound-for-pound*.