Kitakini.news -Laga penuh emosi antara Mali dan Tunisia di babak 16 besar Piala Afrika 2025 berakhir dengan hasil 1–1 setelah perpanjangan waktu, namun Mali berhasil menang 3–2 lewat adu penalti, dan memastikan tiket ke perempat final yang akan mempertemukan mereka dengan Senegal.
Kisah di Stade Mohammed V, Minggu (4/1/2026) dini hari ini layak disebut sebagai salah satu pertandingan paling dramatis turnamen. Mali tampil dengan keberanian luar biasa meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-26 setelah Woyo Coulibaly diganjar kartu merah akibat tekel keras.
Meski unggul jumlah pemain, Tunisia kesulitan untuk benar-benar menggempur pertahanan Mali sampai akhirnya Firas Chaouat memecah kebuntuan pada menit ke-88 dengan sundulan tajam dari umpan silang.
Tunisia yang pada partai itu bertindak sebagai tuan rumah sepertinya akan melaju, tapi drama belum usai. Di masa injury time, penalti diberikan untuk Mali setelah Yassine Meriah terindikasi handball di kotak terlarang. Lassine Sinayoko tak menyia-nyiakan kesempatan dan menyamakan skor untuk membawa pertandingan ke extra time.
Extra time bergulir tanpa gol tambahan, dan adu penalti pun menjadi penentu. Penjaga gawang Djigui Diarra menjadi pahlawan Mali, melakukan dua penyelamatan krusial dan memastikan kemenangan timnya di babak tos-toss.
Kemenangan ini cukup luar biasa mengingat Mali belum sekalipun menang dalam 90 menit sepanjang turnamen, hanya mencatat imbang baik di fase grup maupun pertandingan ini.
Sementara itu, Tunisia harus pulang dengan rasa kecewa, meski tampil dominan di sebagian besar pertandingan. Mereka menyesali peluang-peluang yang gagal dikonversi menjadi gol sebelum skor akhirnya ditentukan lewat drama penalti.
Sumber: CAF Online, ANTARA News, beIN SPORTS, Who Owns Africa