Kitakini.news -
Senegal menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu favorit juara setelah bangkit dari ketinggalan dan memenangi pertandingan 3–1 atas
Sudan pada laga pembuka babak 16 besar Piala Afrika 2025 di Grand Stade de Tanger, Sabtu (3/1/2026) malam WIB. Kemenangan ini sekaligus memastikan tiket Lions of Teranga ke perempat final.
Pertandingan berjalan dramatis sejak awal. Sudan mengejutkan publik dengan gol cepat dari Aamir Abdallah pada menit ke-6 yang memanfaatkan peluang dari luar kotak penalti dan melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihentikan kiper Edouard Mendy. Gol ini membuat tim kuda hitam unggul lebih dulu dan sempat membuat Senegal terkejut.
Namun kualitas dan pengalaman Senegal segera terlihat. Permainan mereka semakin terstruktur di lini tengah, dan usaha itu membuahkan hasil lewat Pape Gueye. Gelandang berpengalaman itu menyamakan skor pada menit ke-29 dengan tembakan rendah yang menaklukkan penjaga gawang lawan.
Senegal terus menekan dan menit tambahan babak pertama menjadi milik mereka ketika Gueye kembali mencetak gol pada waktu 45+3', memanfaatkan umpan matang dari Nicolas Jackson. Keunggulan 2–1 ini bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Sudan berusaha merespons dan sempat menemui peluang, namun pertahanan Senegal tampil solid, sementara serangan balik mereka tetap mengancam.
Keputusan pelatih Senegal membawa masuk Ibrahim Mbaye pada menit ke-64 terbukti tepat: pada menit ke-77, pemain berusia 17 tahun itu mencetak gol ketiga dengan tendangan tajam di dalam kotak penalti untuk mengunci kemenangan 3–1.
Gol Mbaye sekaligus menandai momentum penting bagi generasi muda Senegal, yang tampil percaya diri di panggung besar AFCON. Sementara itu, performa Sudan tetap patut diacungi jempol, goal cepat mereka menjadi bukti keberanian tim yang mewakili negara dengan kondisi sulit akibat konflik internal.
Dengan hasil ini, Senegal kini melaju ke perempat final, di mana mereka akan menghadapi Mali yang juga mengalahkan Tunisia. Kemenangan ini juga menegaskan ambisi Senegal untuk meraih gelar di turnamen yang digelar di Maroko.
Sumber: CAF Online, beIN SPORTS Who Owns Africa