Kitakini.news -Persaingan
Liga Inggris 2025/26 kembali menyajikan duel klasik ketika
Manchester City menjamu
Chelsea di
Etihad Stadium, Minggu (4/1/2026) atau Senin dini hari pukul 00.30 WIB. Pertandingan ini krusial bagi kedua tim yang tengah mencari momentum di paruh musim kedua kompetisi kasta tertinggi Inggris.
City mendekati puncak klasemen setelah tren kuat belakangan ini, namun kehilangan poin di laga terakhir ketika ditahan imbang Sunderland 0–0. Hasil itu membuat tekanan untuk kembali meraih kemenangan semakin besar demi menjaga jarak dengan pemuncak klasemen.
Sementara Chelsea datang dengan situasi yang penuh tantangan. Enzo Maresca resmi meninggalkan kursi pelatih pada 1 Januari, dan tim kini ditangani oleh interim coach. Ketidakpastian di kursi pelatih diperkirakan akan memengaruhi stabilitas taktik dan performa The Blues.
Manchester City memiliki sejarah menguasai pertemuan terakhir dengan Chelsea. Dalam delapan laga Premier League terakhir antara kedua klub, City tidak terkalahkan (menang 6, imbang 2) dan biasanya memaksimalkan laga kandang dengan dominasi bola dan gol.
City hanya gagal mencetak gol dalam satu dari 22 laga liga terakhir melawan Chelsea, sebuah catatan mencengangkan yang menunjukkan ketajaman tim di laga besar.
City diprediksi tetap menurunkan skuad kuat meskipun ada beberapa pemain yang diragukan tampil, termasuk Nico González karena cedera. Kembalinya Rodri menjadi kabar baik untuk stabilitas lini tengah, namun absennya Savinho dan beberapa pemain lain karena cedera atau tugas internasional tetap jadi catatan.
Chelsea dipastikan tanpa Moisés Caicedo karena akumulasi kartu, sementara sejumlah pemain seperti Roméo Lavia, Levi Colwill, dan Jorrel Hato masih absen karena cedera. Kondisi ini semakin menambah tantangan Chelsea untuk mencuri hasil positif di Etihad.
Erling Haaland menjadi ancaman utama bagi Chelsea, setelah mencetak gol di beberapa pertemuan terakhir melawan The Blues dan tetap jadi fokus dalam serangan City. Phil Foden juga diprediksi menjadi kreator kunci untuk membongkar pertahanan lawan.
Bagi Chelsea, Cole Palmer tampil sebagai figur penting di lini serang dan menjadi pemain yang diharapkan bisa membuat perbedaan meskipun menghadapi pertahanan City yang kuat.
Mayoritas analis dan statistik mengunggulkan kemenangan Manchester City, terutama karena dominasi mereka di Etihad serta inkonsistensi yang tengah dialami Chelsea. Meski begitu, sepak bola selalu punya ruang untuk kejutan, terutama ketika perubahan pelatih bisa memicu reaksi tak terduga dari sebuah tim.