Kitakini.news -
PSMS Medan resmi menunjuk
Eko Purdjianto sebagai pelatih anyar menggantikan Kas Hartadi. Keputusan manajemen Ayam Kinantan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah PSMS masih membidik promosi, atau mulai realistis membangun fondasi tim jangka panjang?
Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, menegaskan bahwa penunjukan Eko Purdjianto didasari pertimbangan matang, terutama soal pengalaman, kecocokan filosofi, dan karakter kepelatihan, bukan semata hasil instan.
"Beliau masih muda dan punya jam terbang yang bagus, pernah megang klub, megang Timnas walaupun hanya asisten pelatih, dan cocok sama filosofi strateginya. Jadi ya bagus, orangnya juga enggak neko-neko," ujar Fendi kepada wartawan, Kamis (8/1/2025).
Fendi mengakui bahwa manajemen telah menyampaikan target kepada Eko, namun pendekatannya kini lebih realistis dan bertahap. Dengan sisa pertandingan putaran kedua dan ketiga, Eko diminta terlebih dahulu mengevaluasi kekuatan tim yang ada sebelum bicara target tinggi.
"Saya sudah bicara dengan dia (Eko), dengan sisa pertandingan putaran kedua dan ketiga targetnya dia bisa lihat berapa sih posisi kita dengan komposisi pemain yang ada," lanjut Fendi.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa PSMS tidak lagi memaksakan ambisi promosi dalam waktu singkat, melainkan memprioritaskan pembenahan struktur tim dan performa permainan.
Dari sisi pengalaman, Eko Purdjianto bukan nama asing. Ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan PSIS Semarang di Liga 1 musim 2023/2024, serta membantu Persis Solo tampil kompetitif di Liga 2. Kiprahnya juga merambah level internasional bersama Timnas Indonesia U-22, yang sukses meraih medali emas SEA Games 2023, prestasi bersejarah setelah penantian panjang.
Selain itu, Eko juga memiliki rekam jejak kuat bersama Bali United, termasuk berkontribusi saat tim meraih runner-up Liga 1 2017 dan juara Liga 1 2019. Perhatiannya terhadap pembinaan pemain muda menjadi nilai tambah, terutama pengalamannya di Timnas U-19 yang pernah menjuarai Piala AFF U-19.
Dengan penunjukan Eko Purdjianto, PSMS Medan tampak memilih jalur stabilitas dan pembangunan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar promosi instan. Manajemen berharap, fondasi yang kuat hari ini akan menjadi modal penting untuk kebangkitan Ayam Kinantan di masa depan.