Kitakini.news -Duel perempat final Piala Afrika 2025 (AFCON 2025) mempertemukan tuan rumah
Maroko melawan Kamerun, salah satu raksasa sepak bola Afrika, dalam pertandingan yang diprediksi penuh strategi, emosi, dan pertarungan taktis di Prince Moulay Abdellah Stadium, Sabtu (10 Januari 2026) dini hari pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini dipandang sebagai salah satu blockbuster di babak delapan besar turnamen.
Kamerun berhasil melaju ke perempat final setelah menundukkan Afrika Selatan 2–1 pada babak 16 besar lewat gol dari Junior Tchamadeu dan Christian Kofane. Kemenangan tersebut menjadi bukti ketangguhan tim setelah berbagai tantangan di luar lapangan dan performa yang penuh dinamika.
Pelatih Kamerun, David Pageu, kini memimpin tim dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman, termasuk Bryan Mbeumo dari klub Premier League dan talenta seperti Kofane yang tampil tajam dalam fase gugur. Kamerun juga memiliki catatan tak terkalahkan melawan Maroko di kompetisi resmi AFCON sebelumnya, dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang di pertemuan sebelumnya pada turnamen ini.
Di sisi lain, sebagai tuan rumah, Maroko memiliki semua mata tertuju pada mereka setelah tampil konsisten sepanjang fase grup dan babak 16 besar, termasuk kemenangan 1–0 atas Tanzania yang membawa mereka ke delapan besar. Maroko dipenuhi pemain kelas dunia seperti Brahim Díaz, pencetak gol terbanyak tim di turnamen ini, serta sosok kunci seperti Achraf Hakimi dan Yassine Bounou yang memberi keseimbangan serangan dan pertahanan.
Walid Regragui, sang pelatih, menyadari tekanan yang melekat sebagai tuan rumah namun tetap optimistis
"Kami percaya pada apa yang kami lakukan dan kami punya keyakinan bisa memenangkan Piala Afrika ini bersama para pendukung kami," ujar Regragui menjelang pertandingan.
Faktor Kunci & Statistik Pertemuan
Kamerun belum pernah kalah dari Maroko dalam pertemuan di Piala Afrika, dengan dua kemenangan dan satu seri sebelumnya.
Statistik menunjukkan Maroko memiliki dominasi dalam kepemilikan bola dan jumlah penyelesaian akhir, serta rekor clean sheet yang kuat di turnamen ini.
Maroko terakhir kali mencapai semifinal AFCON pada 2004, sedangkan Kamerun merupakan pemenang turnamen lima kali dan punya tradisi panjang di tahap lanjut turnamen.
Untuk diketahui, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke semi-final, namun ini adalah perebutan kebanggaan nasional. Maroko ingin memanfaatkan dukungan penuh suporter di kandang sendiri untuk mengejar gelar juara pertama dalam hampir lima dekade, sedangkan Kamerun ingin membuktikan bahwa mereka tetap salah satu kekuatan terbesar Afrika meski melalui perjalanan yang penuh rintangan.
Apakah tuan rumah Maroko bisa memaksimalkan keunggulan kandang dan ambisi juara? Atau Kamerun, dengan tradisi serta pengalaman mereka, akan mencuri kemenangan penting di laga besar ini?
Sumber: beIN SPORTS, Reuters