Kitakini.news - Manchester City mengirim pesan tegas dalam perburuan gelar Premier League 2025/2026. Bertanding di Stadion Anfield, Minggu (8/2/2026) malam WIB, The Citizens sukses menundukkan Liverpool dengan skor 2-1 lewat comeback dramatis yang ditentukan di masa injury time.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Di kandang yang dikenal sebagai salah satu stadion paling angker di Eropa, City menunjukkan ketangguhan mental dan ketenangan di momen-momen krusial. Sempat tertinggal lebih dulu, tim asuhan Pep Guardiola bangkit dan memastikan kemenangan lewat penalti Erling Haaland di menit-menit akhir laga.
Usai pertandingan, Pep Guardiola tidak menyembunyikan rasa puasnya. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan betapa beratnya meraih kemenangan di Anfield, sekaligus memuji karakter para pemainnya yang terus percaya hingga peluit akhir.
"Sungguh sangat sulit. Anfield itu selalu Anfield," kata Guardiola dalam konferensi pers pascalaga.
"Sejarah, tradisi, dan dukungan fans membuat stadion ini terasa lebih sempit dan lebih menekan. Kami tahu pertandingan ini sangat penting. Jika kami kalah, peluang kami dalam perburuan gelar bisa menjadi jauh lebih berat."
Guardiola menilai kemenangan tersebut sebagai bukti kedewasaan City dalam menghadapi tekanan besar. Menurutnya, timnya tidak panik meski tertinggal, dan tetap berpegang pada rencana permainan yang telah disiapkan.
"Kami kebobolan lebih dulu, tetapi reaksi tim luar biasa. Para pemain tetap tenang, tetap bermain dengan kepala dingin, dan terus mencari solusi. Gol di menit akhir itu bukan keberuntungan, melainkan hasil dari keyakinan dan kerja keras," ujar Guardiola.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga menyoroti arti penting kemenangan ini dalam konteks persaingan papan atas. Tambahan tiga poin membuat Manchester City terus menempel rival-rivalnya di jalur juara dan menjaga asa hingga pekan-pekan akhir musim.
"Musim ini sangat panjang dan kompetitif. Setiap poin sangat berharga. Kemenangan di sini memberi kami kepercayaan diri bahwa kami masih ada dalam perburuan dan siap bertarung sampai akhir," katanya.
Meski meraih hasil maksimal, Guardiola tetap memberikan respek kepada Liverpool. Ia menyebut The Reds sebagai lawan yang selalu menyulitkan dan menilai intensitas pertandingan mencerminkan kualitas dua tim papan atas Premier League.
"Liverpool selalu menjadi lawan yang luar biasa, terutama di stadion ini. Mereka menekan dengan intensitas tinggi dan membuat kami menderita. Itulah mengapa kemenangan ini terasa sangat spesial," tutur Guardiola.
Kemenangan dramatis di Anfield ini sekaligus menegaskan satu pesan penting: Manchester City masih memiliki mental juara. Di bawah arahan Guardiola, City kembali membuktikan bahwa mereka mampu bertahan, bangkit, dan menentukan laga besar, bahkan di panggung paling menantang sekalipun.
Sumber: Manchester City FC, Goal.com Indonesia