Kitakini.news - Persaingan juara Liga Premier Inggris 2025/26 kian memanas usai rampungnya pekan ke-25.
Manchester City kembali mengirim sinyal kuat kepada
Arsenal bahwa perburuan gelar belum selesai. Kemenangan dramatis di Anfield membuat pasukan Pep Guardiola tetap berada tepat di belakang sang pemuncak klasemen, dengan jarak hanya enam poin di tengah musim yang masih menyisakan belasan laga.
City meraih tiga poin krusial setelah menundukkan Liverpool 2-1 dalam laga penuh tensi, Minggu (. Tertinggal lebih dulu di markas lawan, City bangkit lewat permainan sabar dan agresif. Bernardo Silva membuka jalan kebangkitan sebelum Erling Haaland menjadi penentu kemenangan melalui eksekusi penalti di menit-menit akhir. Gol tersebut memastikan City pulang dari Anfield dengan kemenangan yang bukan hanya bernilai tiga poin, tetapi juga bermakna psikologis dalam perburuan gelar.
Pertandingan itu sendiri diwarnai drama hingga detik terakhir. City sempat merayakan gol tambahan pada masa injury time, namun VAR menganulirnya akibat pelanggaran dalam proses serangan. Ketegangan memuncak, kartu merah pun keluar, menegaskan betapa panasnya laga yang disebut banyak pengamat sebagai salah satu pertandingan paling emosional musim ini.
Pep Guardiola tidak menutupi ambisinya usai laga. Ia mengakui timnya masih harus berkembang, tetapi menegaskan bahwa City belum angkat bendera putih. Dengan nada tenang namun penuh tekanan tersirat, Guardiola menyebut bahwa musim masih panjang dan kesempatan untuk mengejar Arsenal tetap terbuka, terutama dengan pertemuan langsung yang masih akan terjadi.
Enam Besar Klasemen: Tekanan Nyata di Puncak
Hasil pekan ke-25 membuat peta persaingan enam besar semakin jelas. Arsenal masih bertahan di puncak dengan 56 poin, tetapi City kini menempel ketat dengan 50 poin. Di bawah mereka, Aston Villa, Manchester United, Chelsea, dan Liverpool membentuk barisan penekan yang siap memanfaatkan kesalahan sekecil apa pun.
Enam besar klasemen sementara:
1. Arsenal – 56 poin
2. Manchester City – 50 poin
3. Aston Villa – 47 poin
4. Manchester United – 44 poin
5. Chelsea – 43 poin
6. Liverpool – 39 poin
Situasi ini membuat setiap pertandingan ke depan bernilai seperti final, terutama bagi Arsenal yang kini berada dalam sorotan sebagai tim yang dikejar, bukan lagi pemburu.
Arteta Merendah: Jangan Terpaku pada Selisih Poin
Di tengah tekanan dari City, Mikel Arteta memilih pendekatan berbeda. Arsenal sendiri tampil meyakinkan di pekan ke-25 dengan kemenangan 3-0 atas Sunderland di Emirates Stadium. Hasil tersebut menjaga jarak enam poin dari City dan mempertahankan posisi di puncak klasemen.
Namun, Arteta menolak larut dalam euforia. Ia menegaskan bahwa keunggulan poin tidak akan berarti apa-apa jika Arsenal kehilangan fokus. Menurutnya, musim ini masih menyimpan banyak tantangan dan setiap laga harus diperlakukan sebagai ujian tersendiri.
Arteta juga menyoroti kedewasaan permainan timnya, terutama dari sisi disiplin dan konsistensi. Ia memuji mental para pemain yang tetap tenang di tengah tekanan perburuan gelar. Bagi Arteta, kunci utama Arsenal bukan menghitung jarak dengan City, melainkan menjaga standar performa dari pekan ke pekan.
Pendekatan tersebut mencerminkan pembelajaran Arsenal dari musim-musim sebelumnya, ketika posisi kuat di klasemen tidak selalu berujung gelar juara. Kini, Arteta ingin timnya berpikir jangka pendek: menang, lalu menang lagi.
Perebutan Gelar Masih Terbuka Lebar
Pekan ke-25 menjadi penegas bahwa Liga Premier Inggris 2025/26 belum mendekati garis akhir. Arsenal memang masih memimpin, tetapi Manchester City terus menekan dengan pengalaman dan konsistensi sebagai juara bertahan. Setiap hasil, setiap gol, bahkan setiap keputusan VAR, bisa menjadi penentu arah gelar.
Dengan jadwal padat, laga besar yang masih menanti, dan duel langsung di depan mata, persaingan Arsenal dan Manchester City berpotensi berubah menjadi salah satu perebutan gelar paling intens dalam beberapa musim terakhir.
Sumber: Reuters, The Guardian, Premier League, Arsenal.com.