Kitakini.news -Asa belum padam. Di tengah tekanan klasemen dan bayang-bayang kegagalan,
PSMS Medan masih menyimpan peluang untuk menembus kasta tertinggi sepak bola nasional. Meski baru saja tumbang dari Persekat Tegal, hitung-hitungan peluang promosi ke Super League tetap terbuka.
Saat ini, PSMS bertengger di peringkat kelima dengan koleksi 29 poin pada ajang Liga 2 Indonesia atau Pegadaian Championship. Enam pertandingan tersisa di putaran ketiga menjadi penentu nasib Ayam Kinantan musim ini.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, menegaskan timnya tidak boleh kehilangan fokus dan harus memaksimalkan setiap laga yang ada.
"Ya kalau hitung-hitungannya masih ada, makanya saya bilang pemain harus bisa manfaatkan setiap laga," ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Menurut pelatih berusia 50 tahun itu, peluang sekecil apa pun harus dijaga dengan kerja keras dan konsistensi. Ia meminta seluruh pemain berbenah dan meningkatkan konsentrasi menghadapi enam laga krusial.
"Fokus laga demi laga. Kita harus bisa memaksimalkan semua pertandingan untuk melangkah ke babak selanjutnya," tegasnya.
Adaptasi Lebih Awal, Bidik Poin Maksimal
Ujian terdekat sudah menanti. PSMS akan bertandang ke markas FC Bekasi City pada Sabtu (28/2/2026) malam pukul 20.30 WIB. Tak ingin kehilangan momentum, tim langsung bergerak cepat dari Tegal menuju Bekasi untuk mempersiapkan diri lebih matang.
"Kita datang lebih awal, dari Tegal langsung ke Bekasi untuk adaptasi dan mempersiapkan laga. Ya kita harap kita bisa raih poin maksimal di laga tersebut," kata Eko.
Langkah ini menunjukkan keseriusan PSMS menjaga peluang hingga detik terakhir. Dengan enam laga tersisa, setiap pertandingan kini ibarat final. Satu kesalahan bisa memupus mimpi, tetapi satu kemenangan juga bisa membuka jalan menuju Super League musim depan.