Kitakini.news -
Arsenal kembali menunjukkan mental juara saat menundukkan rival sekota, Chelsea, dengan skor 2-1 dalam lanjutan Premier League, Minggu (1/3/2026) malam WIB, di
Emirates Stadium. Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pernyataan tegas dalam perburuan gelar musim ini.
Laga berlangsung intens sejak menit awal. Arsenal tampil agresif dan akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-21. Bek tangguh William Saliba menanduk bola hasil sepak pojok dengan presisi tinggi, membawa tuan rumah unggul lebih dulu.
Chelsea tidak tinggal diam. Tekanan demi tekanan dilancarkan hingga akhirnya mereka menyamakan skor jelang turun minum lewat gol bunuh diri yang melibatkan Piero Hincapie dalam kemelut di depan gawang. Skor 1-1 membuat pertandingan semakin terbuka.
Memasuki babak kedua, Arsenal kembali menunjukkan kekuatan utama mereka musim ini: efektivitas bola mati. Pada menit ke-66, Jurrien Timber menyambut sepak pojok kiriman Declan Rice dengan sundulan tajam yang tak mampu dihentikan kiper Chelsea. Gol itu menjadi penentu kemenangan sekaligus bukti konsistensi taktik Mikel Arteta.
Chelsea sebenarnya sempat meningkatkan intensitas serangan demi mencari gol penyeimbang. Namun situasi berubah ketika Pedro Neto menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Bermain dengan 10 orang membuat The Blues kesulitan menjaga ritme.
Di menit-menit akhir, Chelsea sempat mencetak gol yang memicu selebrasi singkat. Namun setelah tinjauan VAR, gol tersebut dianulir karena offside. Arsenal pun mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Tambahan tiga poin membuat Arsenal semakin nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan lima angka dari pesaing terdekat, Manchester City. Konsistensi dalam memaksimalkan situasi sepak pojok menjadi senjata utama yang terus membuahkan hasil musim ini.
Sementara itu, Chelsea harus kembali melakukan evaluasi, terutama dalam mengantisipasi bola mati lawan yang terkenal efektif, dan area yang dikenal menjadi titik lemah Chelsea dalam laga besar.
Sumber: Reuters, The Guardian.