Kitakini.news - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat-Israelu dengan Iran, ajang olahraga bela diri campuran tetap berjalan. Promotor MMA terbesar di dunia, Ultimate Fighting Championship (UFC), memastikan akan menggelar acara bersejarah bertajuk UFC Freedom 250 di halaman selatan
Gedung Putih pada 14 Juni 2026 atau Senin (15/6/2026)
Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat dan diperkirakan menjadi pertandingan olahraga profesional pertama yang digelar di kompleks Gedung Putih. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Presiden Donald Trump, yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Presiden UFC, Dana White.
Meski situasi global sedang memanas, UFC tetap melanjutkan rencana ini sebagai bagian dari perayaan nasional sekaligus momentum besar bagi perkembangan olahraga MMA di dunia.
Duel Panas Topuria vs Gaethje Jadi Laga Utama
Pertarungan utama dalam acara ini akan mempertemukan juara kelas ringan UFC, Ilia Topuria, melawan petarung agresif Justin Gaethje dalam duel perebutan sabuk kelas ringan (lightweight).
Topuria datang dengan reputasi sebagai juara yang tengah menanjak setelah mencatat sejumlah kemenangan penting. Di sisi lain, Gaethje dikenal sebagai petarung dengan gaya striking brutal yang kerap menghadirkan pertarungan penuh aksi di oktagon.
Duel keduanya diprediksi menjadi salah satu pertarungan paling eksplosif di divisi kelas ringan UFC.
Pereira vs Gane Perebutkan Sabuk Interim Kelas Berat
Selain laga utama, pertarungan pendamping utama akan menghadirkan duel menarik antara Alex Pereira melawan Ciryl Gane.
Keduanya akan bertarung memperebutkan sabuk interim kelas berat UFC. Jika mampu menang, Pereira berpeluang mencetak sejarah sebagai petarung yang meraih gelar juara di tiga divisi berbeda dalam UFC.
Deretan Pertarungan Pendukung
Selain dua laga utama tersebut, sejumlah pertarungan menarik juga masuk dalam kartu utama UFC Freedom 250, di antaranya:
Sean O'Malley vs Aiemann Zahabi (Bantamweight)
Michael Chandler vs Mauricio Ruffy (Lightweight)
Bo Nickal vs Kyle Daukaus (Middleweight)
Diego Lopes vs Steve Garcia (Featherweight)
Secara keseluruhan, acara ini diperkirakan hanya menampilkan sekitar enam hingga tujuh pertarungan, lebih sedikit dibandingkan event UFC pada umumnya yang biasanya menghadirkan lebih dari sepuluh laga.
Dana White: Pertarungan di Gedung Putih Benar-Benar Terjadi
Presiden UFC, Dana White, menyebut acara ini sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan organisasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa persiapan event sudah berjalan dan UFC siap menggelarnya.
"Ini sudah dipastikan. Kami siap memulainya. Washington D.C., kami datang," ujar Dana White di hadapan wartawan.
White juga mengungkapkan bahwa rencana menggelar pertarungan di Gedung Putih telah dibahas langsung dengan pihak pemerintah.
"Kami sudah mengadakan pertemuan di Gedung Putih, pertarungan di Gedung Putih benar-benar akan terjadi," ujarnya.
Menurutnya, kesempatan ini sangat langka dan mungkin tidak akan pernah terulang dalam sejarah olahraga.
"Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup yang mungkin tidak akan pernah terjadi lagi," tambahnya.
Event MMA Paling Unik dalam Sejarah
UFC Freedom 250 diperkirakan menjadi salah satu acara paling unik dalam sejarah MMA. Kapasitas penonton di lokasi diperkirakan hanya sekitar 3.000 hingga 4.000 orang, dengan sebagian kursi dialokasikan bagi anggota militer Amerika Serikat.
UFC juga diperkirakan menanggung biaya produksi yang mencapai puluhan juta dolar, termasuk biaya pemulihan area rumput halaman Gedung Putih setelah acara selesai.
Dengan kartu pertarungan yang dipenuhi petarung papan atas serta lokasi yang ikonik, UFC berharap acara ini menjadi salah satu tontonan olahraga paling bersejarah sekaligus paling spektakuler di dunia.
Sumber: Reuters, ESPN, MMA Fighting, Fox News, NY Fights, Wikipedia.