Kitakini.news - Pertarungan dua raksasa Eropa akan menjadi sorotan utama babak 16 besar UEFA Champions League musim 2025/2026 ketika
Real Madrid menjamu
Manchester City pada leg pertama di Santiago Bernabéu, Madrid, Kamis (12/3/2026) pukul 03.00 WIB. Laga ini diprediksi menjadi salah satu duel paling panas di fase gugur kompetisi elite Eropa tersebut.
Pertemuan kedua klub kerap disebut sebagai "final dini". Dalam beberapa musim terakhir, Madrid dan City hampir selalu menjadi kandidat kuat juara dan sering saling berhadapan di fase knockout Liga Champions.
Magis Bernabéu Jadi Andalan Madrid
Sebagai klub tersukses dalam sejarah Liga Champions dengan 15 gelar, Real Madrid tetap dikenal sangat berbahaya ketika memasuki fase gugur. Los Blancos melangkah ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Benfica di babak playoff dengan agregat 3-1.
Namun tuan rumah menghadapi tantangan besar menjelang laga ini. Dua pemain bintang mereka, Kylian Mbappé dan Jude Bellingham, dilaporkan masih menjalani proses pemulihan cedera dan berpotensi absen dalam pertandingan penting tersebut.
Pelatih Madrid, Álvaro Arbeloa, mengakui Manchester City adalah lawan yang sangat sulit. Menurutnya, tim asuhan Guardiola memiliki banyak variasi taktik yang sering menghadirkan kejutan dalam laga besar.
Meski demikian, Madrid tetap memiliki sejumlah pemain kunci yang siap menjadi pembeda, seperti Vinícius Júnior, Federico Valverde, dan Aurélien Tchouaméni.
Manchester City Datang dengan Ambisi Besar
Di sisi lain, Manchester City datang ke Madrid dengan ambisi besar untuk kembali melangkah jauh di kompetisi Eropa. Tim asuhan Pep Guardiola berhasil lolos langsung ke babak 16 besar setelah finis di posisi delapan fase liga, hanya terpaut satu poin dari Real Madrid.
Kekuatan utama City tetap berada di lini depan dengan kehadiran striker tajam Erling Haaland yang diperkirakan kembali menjadi ujung tombak serangan.
Meski memiliki kualitas skuad yang luar biasa, performa City musim ini tidak selalu stabil. Mereka sempat kehilangan beberapa poin penting di kompetisi domestik, termasuk hasil imbang melawan Nottingham Forest.
Guardiola menegaskan timnya harus bermain dengan gaya khas mereka—menguasai bola dan menekan sejak awal—jika ingin menyingkirkan Real Madrid dari Liga Champions.
Rekor Pertemuan yang Selalu Dramatis
Dalam beberapa tahun terakhir, pertemuan Real Madrid dan Manchester City hampir selalu menghadirkan drama. Dari lima pertemuan terakhir, Madrid meraih dua kemenangan, City satu kemenangan, dan dua laga lainnya berakhir imbang.
Menariknya, pada fase liga musim ini Manchester City sempat mengalahkan Real Madrid dengan skor 2-1. Hasil tersebut menjadi modal kepercayaan diri bagi The Citizens jelang duel di Bernabéu.
Pertarungan Dua Filosofi Sepak Bola
Laga ini diprediksi berlangsung sengit sejak menit awal. Real Madrid akan mengandalkan pengalaman panjang mereka di Liga Champions serta dukungan publik Bernabéu yang terkenal magis.
Sementara itu, Manchester City akan membawa filosofi permainan dominan ala Guardiola dengan penguasaan bola dan tekanan tinggi.
Dengan kualitas pemain kelas dunia di kedua kubu serta rivalitas yang semakin panas dalam beberapa musim terakhir, duel Real Madrid kontra Manchester City dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling dinanti di babak 16 besar Liga Champions musim ini.
Sumber: UEFA, Tirto, Reuters, The Guardian, Sports Illustrated, Jabarekspres.