Kitakini.news - Gelaran UFC Fight Night di London, Sabtu (21/3/2026) malam atau Minggu (22/3/2026) mulai dini hari WIB bukan sekadar ajang pertarungan biasa. Di balik sorotan lampu dan riuh penonton, terselip kisah emosional ketika sejumlah petarung Muslim tampil dan menang tepat di Hari Raya Idul Fitri.
Momen ini terasa istimewa, karenabukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang perjuangan, disiplin, dan makna kemenangan setelah melewati bulan penuh pengorbanan, berlatih selama Ramadan, hingga meraih kemenangan sesuai makna Idul Fitri.
Evloev Menangi Duel Petarung Tak Terkalahkan
Di laga utama, Movsar Evloev menghadapi Lerone Murphy dalam duel dua petarung yang sama-sama belum terkalahkan.
Pertarungan berlangsung ketat sejak awal. Murphy sempat memberikan tekanan, namun Evloev, petarung muslim asal Ingusethia, Rusia, perlahan mengambil alih kendali lewat grappling disiplin dan kontrol posisi yang konsisten.
Hasilnya, Evloev keluar sebagai pemenang lewat majority decision (48-46, 48-46, 47-47), menjaga rekor sempurnanya tetap utuh dan semakin mendekatkannya ke perebutan gelar.
Michael Venom Page Menang, Performa Disorot
Di partai lain, Michael Venom Page berhasil mengatasi Sam Patterson melalui keputusan mutlak.
Meski menang, performa mualaf asal Inggris itu menuai perdebatan. Laga berjalan dengan tempo lambat dan minim aksi signifikan, bahkan sempat memancing reaksi kurang puas dari penonton.
Namun secara teknis, Page tetap unggul dengan kesuksesN mengontrol jarak, menghindari risiko, dan mengamankan kemenangan lewat strategi yang disiplin.
Al-Selwady Bangkit dengan Dominasi
Sementara itu, Abdul-Kareem Al-Selwady menunjukkan kebangkitan impresif saat menghadapi Shem Rock.
Sejak ronde awal, petarung AS berdarah Palestina itu tampil agresif dan sempat menjatuhkan lawannya. Dominasi tersebut berlanjut hingga akhir laga, memastikan kemenangan mutlak (30-27, 30-27, 30-27). Hasil ini menjadi titik balik penting dalam kariernya di UFC.
Lebih dari Sekadar Kemenangan
Kemenangan ketiga petarung ini terasa berbeda. Bertarung di hari besar seperti Idul Fitri menghadirkan dimensi emosional yang jarang terjadi di dunia olahraga profesional.
Di tengah kerasnya persaingan oktagon, mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga keteguhan mental dan dedikasi yang mencerminkan nilai perjuangan.
Sumber: MMA Mania, MMA Fighting, Combat Press, UFC.com