Kitakini.news - Duel penuh gengsi tersaji saat
PSPS Pekanbaru menghadapi
PSMS Medan dalam laga krusial perebutan posisi aman, Sabtu (28/3/2026) pukul 19.00 WIB. Pertemuan ini menghadirkan cerita menarik: adu taktik dua mantan rekan setim di Timnas Indonesia,
Aji Santoso dan Eko Purdjianto, yang pernah bersama membela Merah Putih di Piala Tiger 1996.
Bagi PSPS, pertandingan ini menjadi momen penting untuk keluar dari jeratan zona playoff. Di sisi lain, PSMS bertekad bangkit di kandang setelah dua kekalahan tandang beruntun, membuat laga dipastikan berlangsung ketat dan emosional.
Aji Santoso menegaskan bahwa dua pertemuan sebelumnya tidak lagi relevan sebagai tolok ukur, terutama karena perubahan di kubu PSMS sejak ditangani Eko.
"Untuk pertandingan ini memang sudah ketemu dua kali musim ini, tapi yang pertama dulu saya belum pegang tim. Ini pertandingan ketiga, mudah-mudahan kami bisa meraih hasil maksimal, walaupun tentu tidak mudah," ujar Aji, Jumat (27/3/2026).
Ia juga mengakui sentuhan Eko membawa dampak signifikan bagi permainan PSMS, terutama saat tampil di kandang. Alasan itu cukup logis, lantaran di tiga laga kandang PSMS pasca diarsteki Purdjianto, PSMS selalu meraih kemenangan.
"Saya pikir dengan adanya Coach Eko Purdjianto, ada perubahan signifikan dari cara bermain PSMS Medan. Apalagi kalau main di kandang, pasti berbeda," katanya.
Aji bahkan memberikan apresiasi terhadap sosok mantan rekannya tersebut yang dinilai memiliki kualitas kepelatihan menjanjikan.
"Dulu waktu jadi pemain kita tahu kualitasnya. Coach Eko punya leadership yang bagus. Cara bermain timnya sekarang juga berbeda. Dia salah satu pelatih muda yang prospek," ungkapnya.
Dalam persiapan, PSPS membawa 20 pemain untuk menghadapi dua laga tandang sekaligus, melawan PSMS Medan dan Sriwijaya FC.
"Kami membawa 20 pemain karena ada dua pertandingan. Biasanya satu laga hanya 18 pemain," jelasnya.
Dengan posisi masih di zona playoff dan selisih hanya dua poin, Aji menegaskan seluruh sisa laga adalah final bagi timnya.
"Kita masih di zona playoff, selisih hanya dua poin. Dengan sisa enam pertandingan, setiap match adalah final bagi kami. Kami tidak peduli main kandang atau tandang," tegasnya.
Sebelumnya, Eko Purdjianto juga mengakui PSPS bukan lawan yang mudah. Kekuatan tim tamu juga tak bisa dipandang sebelah mata. PSPS Pekanbaru yang kini ditangani Aji Santoso dinilai memiliki permainan solid dan terorganisir.
"Kami pernah bersama di tim nasional, dan saya tahu kualitas Coach Aji. Timnya bermain bagus, tapi kami sudah pelajari permainan mereka. Bismillah, besok target kami tiga poin," tegas Eko.