Kitakini.news -
PS TGM Medan menunjukkan mental baja saat membungkam
Taruna Satria dengan skor telak 6-2 dalam lanjutan Grup B
Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara. Laga yang digelar di Lapangan Yon Zipur Medan, Senin (30/3/2026), menghadirkan drama kebangkitan luar biasa dari tim tuan rumah.
TGM sempat dibuat terkejut di awal pertandingan. Taruna Satria tampil agresif dan mampu mencuri dua gol cepat, membuat tuan rumah tertinggal 0-2. Situasi ini sempat menggoyahkan ritme permainan TGM yang terlihat terlalu percaya diri.
Namun, jelang turun minum, TGM mulai menemukan momentum. Raihan membuka asa setelah sepakan kerasnya di menit ke-40 gagal dibendung kiper lawan, mengubah skor menjadi 1-2.
Memasuki babak kedua, TGM tampil jauh lebih solid dan terorganisir. Gol penyeimbang akhirnya lahir di menit ke-52 lewat sundulan Rambe yang memanfaatkan umpan matang rekannya.
Tak berhenti di situ, tekanan demi tekanan terus dilancarkan. Niki membawa TGM berbalik unggul 3-2 di menit ke-59 lewat penyelesaian dari situasi crossing. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-70 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang, memperlebar keunggulan menjadi 4-2.
Di penghujung laga, dominasi TGM semakin tak terbendung. Rambe mencetak gol keduanya di menit ke-90 melalui sepakan keras, sebelum akhirnya menggenapkan hattrick pada masa injury time (90+2). Skor 6-2 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai pertandingan, pelatih TGM, Heriyanto, mengakui timnya sempat kehilangan kendali di awal laga.
"Kami di luar ekspektasi karena pemain terlalu percaya diri. Saat tertinggal, sempat bingung. Tapi di babak kedua, kami bisa bangkit dan membalikkan keadaan," ujarnya.
Sementara itu, Rambe yang menjadi bintang lapangan menegaskan bahwa keberhasilan mencetak tiga gol tak lepas dari kerja tim.
"Secara pribadi tentu ingin cetak gol, tapi yang utama tim. Hattrick ini bonus dari kerja sama dan dukungan teman-teman," katanya.
Kemenangan ini mengukuhkan posisi TGM di papan atas klasemen Grup B dengan koleksi tujuh poin dari dua kemenangan dan satu hasil imbang. Sebaliknya, Taruna Satria semakin terpuruk setelah menelan tiga kekalahan beruntun, membuat peluang lolos mereka kian menipis.