Kitakini.news -
Manchester City meraih kemenangan krusial namun penuh ketegangan usai menundukkan
Burnley dengan skor tipis 1-0 di Turf Moor dalam lanjutan
Liga Inggris 2025/2026, Kamis (23/4/2026) dini hari WIB.
Hasil ini menjadi kontras bagi kedua tim lantaran mengangkat City ke puncak klasemen, tetapi juga memastikan tuan rumah terdegradasi.
Gol cepat Erling Haaland pada menit kelima langsung mengubah arah pertandingan. Memanfaatkan celah di lini belakang Burnley, striker Norwegia itu menuntaskan peluang dengan tenang, sebuah momenyang pada akhirnya menjadi penentu.
Setelah unggul, City sebenarnya mendominasi permainan. Mereka menguasai bola dan terus menekan, namun gagal menambah keunggulan. Sejumlah peluang emas terbuang, termasuk satu tembakan Haaland yang membentur tiang. Ketidakmampuan City mengunci laga dengan tambahan gol membuat pertandingan tetap hidup hingga menit akhir.
Burnley tidak menyerah begitu saja. Bermain di hadapan pendukung sendiri, mereka mencoba bangkit dan memberikan tekanan di fase akhir. Beberapa situasi berbahaya sempat tercipta, tetapi lini belakang City tampil disiplin untuk menjaga keunggulan tipis tersebut.
Pelatih City, Pep Guardiola, mengakui kemenangan ini penting, namun jauh dari kata sempurna.
"Kami harus memenangkan semua pertandingan yang tersisa jika ingin juara," tegas Guardiola.
Ia juga menyoroti penyelesaian akhir timnya yang belum maksimal, dengan banyaknya peluang yang ada.
"Kami punya banyak peluang, tapi tidak cukup klinis. Itu membuat pertandingan tetap terbuka," ujarnya.
Guardiola bahkan tampak frustrasi di pinggir lapangan karena timnya gagal "membunuh" laga lebih cepat, situasi yang membuat akhir pertandingan berjalan menegangkan.
Kemenangan ini membawa City kembali ke posisi teratas dalam perburuan gelar yang semakin panas, lantaran sama-sama mengoleksi 70 poin dengan Arsenal, gang harus turun satu peringkat di pekan ke-33 itu.
Sementara itu, performa yang kurang tajam menjadi peringatan serius di fase krusial musim bagi skuad asuhan Pep Guardiola.
Sebaliknya, hasil ini menjadi pukulan telak bagi Burnley. Setelah hanya semusim kembali ke kasta tertinggi, mereka harus menerima kenyataan turun kembali ke Championship. Meski demikian, semangat juang yang ditunjukkan di laga ini tetap mendapat apresiasi.
Sumber: Reuters, The Guardian, TNT Sports, El País