Kitakini.news -
PSMS Medan harus menunda perayaan sempurna di momen ulang tahun klub setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan
Adhyaksa FC. Meski gagal meraih tiga poin, semangat juang tim tetap mendapat apresiasi dari pelatih dan pemain.
Seperti diketahui, PSMS Medan merayakan ulang tahun ke 76 pada 21 April 2026 lalu. Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengakui hasil tersebut belum sesuai harapan, terutama karena tim sempat menargetkan kemenangan sebagai kado spesial bagi klub dan suporter.
"Yang pertama, kita syukuri pemain sudah maksimal memberikan yang terbaik. Tapi mohon maaf belum bisa mempersembahkan tiga poin seperti yang kita janjikan di ulang tahun PSMS. Namun tetap kita syukuri satu poin ini," ujar Eko.
Ia juga menyoroti momen kebobolan yang menurutnya perlu dievaluasi lebih dalam agar tidak terulang pada laga berikutnya.
"Kalau kita lihat tadi saat kebobolan, prosesnya seperti apa, itu yang akan kita evaluasi untuk ke depannya," lanjutnya.
Tak hanya itu, Eko menegaskan fokus tim kini beralih ke laga terakhir tandang menghadapi Persiraja Banda Aceh. Ia memastikan PSMS tetap siap meski kehilangan kiper utama akibat kartu merah.
"Soal Reky yang kartu merah dan tidak bisa main, kita masih punya Kuba, ada juga Gunadi yang tadi tampil bagus meski baru pertama kali merasakan atmosfer seperti ini. Potensi itu harus kita maksimalkan," jelasnya.
Eko menambahkan, laga melawan Persiraja Banda Aceh, Sabtu (2/5/2025) nanti harus menjadi pembuktian bahwa PSMS tetap kompetitif hingga akhir.
"Pertandingan berikutnya tidak boleh mengecewakan," tegasnya.
Sementara itu, pemain PSMS, Erwin Gutawa, menilai hasil imbang memang belum memuaskan, namun seluruh tim telah mengerahkan segalanya di lapangan.
"Terima kasih. Kalau bicara hasil mungkin tidak memuaskan, tapi kami semua pemain sudah memberikan segalanya. Inilah PSMS Medan sebenarnya, kami bertarung dan tidak mau kalah," ucapnya.