Kitakini.news -Hasil imbang 1-1 yang diraih Adhyaksa FC saat menghadapi PSMS Medan tak sekadar menggagalkan ambisi tiga poin, tetapi juga mengubah peta persaingan. Tim kini harus turun ke posisi kedua klasemen, membuat peluang finis sebagai juara grup dan lolos otomatis ke final Championship semakin menipis.
Sekadar informasi, ini merupakan hasil imbang kedua dari tiga bentrok antara kedua tim musim ini di mana satu laga lainnya berakhir dengan kemenangan PSMS Medan.
Datang dengan target menang, Adhyaksa justru harus puas berbagi angka setelah gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas, terutama di babak pertama. Meski sempat mengendalikan permainan lewat skema bertahan dan serangan balik, efektivitas di depan gawang menjadi masalah utama.
Pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra, tak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut.
"Hasil ini pastinya kita kecewa, tidak sesuai yang kita harapkan. Kita datang ke sini untuk tiga poin, tapi hanya dapat satu," ujarnya.
Ia menilai timnya sebenarnya memiliki peluang untuk mencuri kemenangan lebih cepat.
"Di babak pertama kita banyak bertahan, tapi punya tiga peluang yang seharusnya bisa jadi gol. Tapi tidak berhasil. PSMS juga punya dua peluang dan bisa mencetak satu gol," jelasnya.
Perubahan strategi dilakukan di babak kedua dengan memasukkan pemain depan tambahan, yang akhirnya berbuah gol penyama kedudukan.
"Kita coba ubah di babak kedua dengan memasukkan pemain depan. Alhamdulillah berjalan baik dan kita bisa menyamakan kedudukan. Tapi di akhir kita tidak bisa menambah gol," lanjutnya.
Menurut Ade, kegagalan meraih tiga poin berdampak langsung pada posisi tim di klasemen.
"Semua kecewa, karena kita ingin tetap di peringkat satu. Sekarang situasinya berubah. Masih ada satu pertandingan lagi, dan kalau tidak bisa finis pertama, kemungkinan kita di playoff," tegasnya.
Meski sempat merasa dirugikan dalam pertandingan, ia memilih tidak menyalahkan perangkat pertandingan.
"Sebagai tim mungkin merasa dirugikan, tapi saya tidak mau men-judge wasit. Itu bukan tugas saya. Secara teknis saja, kita belum berhasil dapat tiga poin," katanya.
Sekadar informasi, di laga pamungkas putaran grup, Sabtu (2/5/2026), Adhyaksa akan menghadapi Sriwijaya FC, tim juru kunci yang sudah dipastikan degradasi. Sementara itu, Garudayaksa FC akan melakoni laga kontra Persekat Tegal, penghuni posisi ke-9 klasemen.
Sementara itu, pemain Adhyaksa, Dwi Rafi Angga, menegaskan tim sudah berjuang maksimal di lapangan.
"Ini sepak bola. Kami sudah berusaha, sempat unggul jumlah pemain, tapi akhirnya sama-sama dapat kartu merah. Hasil bisa berubah kapan saja," ucapnya.
Mantan pemain PSMS itu juga menatap laga terakhir dengan optimisme.
"Kami akan evaluasi dan maksimalkan pertandingan terakhir. Semoga ada keberuntungan di sana," tambahnya.
Hasil ini membuat Adhyaksa berada di persimpangan krusial. Target juara grup kini tak lagi sepenuhnya di tangan sendiri dan satu laga terakhir akan menjadi penentu apakah mereka masih punya jalan langsung ke final, atau harus menempuh jalur playoff yang lebih terjal.