Kitakini.news - Malam yang seharusnya menjadi panggung dominasi berubah menjadi kisah kejutan besar.
Rodtang Jitmuangnon, petarung yang dijuluki "The Iron Man", harus mengakui keunggulan
Takeru Segawa dalam duel panas di ajang ONE Championship,
Ariake Arena, Tokyo, Jepang, Rabu (29/4/2026) malam WIB.
Pertarungan ini sejak awal terasa berbeda. Jika pada pertemuan sebelumnya Rodtang hanya butuh waktu singkat untuk menang, kali ini justru ia yang berada di bawah tekanan hampir sepanjang laga.
Takeru tampil tanpa ragu di depan publiknya sendiri. Kombinasi pukulan cepat dan tendangan presisi terus diarahkan ke tubuh dan kepala Rodtang, memaksa sang juara keluar dari gaya bertarung agresif khasnya.
Situasi memuncak ketika Rodtang jatuh lebih dari satu kali (multiple knockdowns), momen langka bagi petarung yang dikenal memiliki daya tahan luar biasa. Tekanan konstan membuat pertahanannya mulai terbuka, memberi ruang bagi Takeru untuk mengontrol jalannya pertarungan.
Kemenangan ini terasa lebih dari sekadar hasil. Ini adalah pembalasan.
Dalam pertemuan sebelumnya, Takeru sempat dibuat tak berdaya oleh kemenangan cepat Rodtang. Namun kali ini, ia tampil jauh lebih matang, tidak terburu-buru, lebih disiplin, dan memaksimalkan setiap celah kecil yang muncul.
Perubahan pendekatan itu menjadi kunci. Takeru tidak terpancing duel terbuka, melainkan membangun tekanan perlahan hingga akhirnya meruntuhkan lawannya.
Hasil ini langsung mengubah peta persaingan di divisi striking. Takeru membuktikan dirinya masih berada di level tertinggi, sekaligus mengirim pesan keras kepada para rivalnya.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Rodtang. Ia tetap dikenal sebagai salah satu petarung paling tangguh, tetapi malam di Tokyo menunjukkan bahwa bahkan "manusia besi" pun bisa retak.
Sumber: ONE Championship, Cageside Press