Kitakini.news - Atmosfer panas, kontroversi, dan drama tanpa henti mewarnai semifinal
Liga Champions saat
Bayern Munich menjamu Paris Saint-Germain di Allianz Arena, Kamis dini hari WIB. Hasil imbang 1-1 di leg kedua menjadi penentu langkah
PSG ke final dengan agregat tipis 6-5, usai kemenangan 5-4 di Paris.
Bayern langsung tampil menekan sejak menit awal. Di bawah arahan Vincent Kompany, permainan agresif diperagakan demi mengejar defisit gol. Harry Kane dan Leroy Sane berkali-kali mengancam, namun penyelesaian akhir belum mampu menembus kokohnya pertahanan PSG.
Alih-alih unggul, Bayern justru dikejutkan oleh gol tim tamu. Ousmane Dembele memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah dan mencetak gol krusial yang sempat membungkam stadion. Gol tersebut membuat Bayern harus mencetak dua gol tambahan untuk membalikkan keadaan.
Tekanan terus meningkat seiring dukungan penuh publik tuan rumah. Bayern akhirnya menemukan momentum saat Harry Kane mencetak gol penyeimbang di babak kedua. Harapan kembali hidup, namun hingga peluit panjang dibunyikan, gol yang dibutuhkan untuk lolos tak kunjung hadir.
Pertandingan ini tak lepas dari kontroversi. Bayern beberapa kali menuntut penalti akibat dugaan handball pemain PSG, namun wasit bergeming. Situasi tersebut memicu kekecewaan dari Vincent Kompany.
"Kami memberikan segalanya. Jika melihat dua leg, terlalu banyak hal merugikan kami," ujar Kompany usai laga.
Meski tersingkir, pelatih asal Belgia itu tetap mengapresiasi perjuangan timnya yang tampil penuh determinasi sepanjang dua leg.
Di kubu lawan, Luis Enrique menegaskan bahwa PSG tidak datang untuk bermain aman. Ia justru memuji keberanian kedua tim yang saling menyerang sepanjang pertandingan.
"Kami tidak datang untuk bertahan. Mentalitas kami adalah mencoba memenangkan pertandingan," tegas Luis Enrique.
Ia juga menyebut Bayern sebagai lawan terberat yang dihadapi PSG musim ini, sekaligus menilai duel ini sebagai salah satu laga paling berkualitas di Liga Champions.
Hasil ini membawa PSG kembali ke final dan menjaga asa meraih trofi Eropa. Sementara Bayern harus menelan kekecewaan, tersingkir tipis setelah pertarungan sengit yang akan lama dikenang.
Sumber: The Guardian, Reuters, Citizen Digital, Bavarian Football Works.