Kitakini.news -Jalan Timnas
Indonesia U-19 di
Piala AFF U-19 2026 tak memberi ruang untuk lengah. Format kompetisi yang hanya meloloskan juara grup dan satu runner-up terbaik membuat setiap laga di fase grup menjadi hidup-mati.
Bermain sebagai tuan rumah di Sumatera Utara pada 1–14 Juni 2026, skuad Garuda Muda tergabung di Grup A bersama Vietnam, Timor-Leste, dan Myanmar. Di atas kertas, Indonesia dan Vietnam jadi unggulan, namun situasi bisa berubah hanya karena satu hasil buruk.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengingatkan pentingnya mental dan fokus sejak laga pertama. Ia menegaskan tim tidak boleh kalah sebelum bertanding.
"Ya, saya selalu bilang bahwa sebagai tim nasional kita tidak perlu kalah sebelum bertanding, kita bisa buktikan," ujar Erick saat drawing Piala AFF U-19 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Kamis (7/5/2026) sore.
Tekanan makin terasa karena sistem round robin hanya mempertemukan setiap tim satu kali. Artinya, satu kesalahan bisa berujung fatal dan menutup peluang ke semifinal.
"Saya yakin persiapan yang kita berikan sudah maksimal. Yang penting kita kasih lihat mental pertandingan kita. Menghadapi siapapun tidak boleh takut karena kita bangsa besar," lanjutnya.
Meski optimistis, Erick tetap menekankan realitas keras di lapangan. Menurutnya, sepak bola tak selalu berjalan sesuai rencana
"Kalau Ketua PSSI tentu maunya hasilnya bagus terus. Masa ikut pertandingan maunya kalah. Tetapi dari PSSI, setiap turnamen yang diikuti pasti targetnya memberikan hasil terbaik," katanya.
"Namun dalam pertandingan kadang ada strategi ataupun perhitungan tertentu. Namanya juga sepak bola, kadang hasil akhirnya tidak selalu sesuai harapan," tambahnya.
Kehadiran Vietnam sebagai rival utama khususnya di Grup A membuat persaingan dipastikan panas. Dalam situasi seperti ini, konsistensi menjadi kunci, bukan sekadar kemenangan besar di satu laga.
Dengan tekanan tinggi dan margin kesalahan nyaris nol, setiap menit pertandingan akan sangat menentukan nasib Garuda Muda.