Kitakini.news - Air mata pecah di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026) malam. Di tengah tekanan ribuan suporter tuan rumah, Garudayaksa FC justru menulis kisah paling manis musim ini dengan merebut gelar juara Pegadaian Championship 2025/2026 secara dramatis.
Klub berjuluk Spirit of Garuda itu menaklukkan PSS Sleman lewat adu penalti 5-4 setelah duel panjang selama 120 menit berakhir imbang 2-2. Kemenangan tersebut sekaligus menandai lahirnya kekuatan baru di sepak bola Indonesia.
Final berlangsung panas sejak peluit awal dibunyikan. Garudayaksa tampil tanpa rasa gentar meski bermain di kandang lawan. Tim asuhan Widodo Cahyono Putro bahkan membuat publik Sleman terdiam setelah mampu unggul dua gol lebih dulu pada babak pertama.
PSS yang tak ingin pesta juara berlangsung di hadapan pendukungnya sendiri mencoba bangkit selepas turun minum. Super Elja meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Stadion Maguwoharjo bergemuruh saat momentum berbalik memihak tuan rumah.
Namun, drama belum selesai. Babak tambahan berjalan menegangkan. Kedua tim saling menekan, tetapi kokohnya lini belakang dan penampilan gemilang para penjaga gawang membuat skor tak berubah hingga menit ke-120. Penentuan juara pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Di momen paling menentukan, mental pemain Garudayaksa berbicara lebih lantang. Algojo-algojo mereka tampil tenang, sementara tekanan besar justru menghantam kubu PSS. Tendangan penentu akhirnya memastikan kemenangan 5-4 untuk Garudayaksa FC sekaligus mengunci trofi Pegadaian Championship musim ini.
Keberhasilan tersebut terasa semakin spesial karena Garudayaksa terbilang sebagai wajah baru di kompetisi nasional. Klub ini baru lahir setelah mengakuisisi PSKC Cimahi pada Juni 2025. Dalam waktu singkat, mereka menjelma menjadi tim yang disegani dan sukses melewati hadangan klub-klub kuat seperti PSMS Medan, Persiraja Banda Aceh, hingga PSPS Pekanbaru sebelum berdiri di podium tertinggi.
Meski kedua tim sudah memastikan tiket promosi ke BRI Super League musim depan, laga final tetap menjadi pertaruhan harga diri. Garudayaksa akhirnya menutup musim dengan status juara, sementara PSS Sleman harus puas menjadi runner-up di depan pendukung sendiri.
Sumber: detikSport, ANTARA, Jawa Pos, Liputan6.