Kitakini.news -Sorotan lampu
Etihad Stadium kembali tertuju pada satu misi besar Manchester City, menjaga mimpi juara tetap hidup. Saat
Crystal Palace datang bertamu Kamis (14/5/2026) dini hari WIB, laga ini terasa lebih dari sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian mental, tekanan, sekaligus peluang terakhir pasukan Pep Guardiola untuk terus membayangi Arsenal dalam perebutan trofi Premier League.
Situasi klasemen membuat City tak punya ruang untuk terpeleset. Kemenangan Arsenal atas West Ham membuat selisih melebar menjadi lima poin. Meski masih memiliki satu pertandingan lebih banyak, The Citizens wajib menang jika tak ingin musim mereka berubah menjadi penyesalan di akhir kompetisi.
Pep Guardiola memahami besarnya tekanan yang menyelimuti timnya. Namun sang manajer mencoba menjaga ruang ganti tetap tenang dan fokus hanya kepada Crystal Palace.
"Tekanannya tetap sama. Apa yang tidak bisa anda kendalikan, lupakan saja," ujar Guardiola dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan City tak boleh sibuk memikirkan kontroversi VAR maupun hasil tim lain. Menurutnya, satu-satunya cara untuk bertahan dalam perburuan gelar adalah memperbaiki performa sendiri di atas lapangan.
"Itu adalah Crystal Palace. Fokus, fokus, dan fokus. Anda harus melakukannya dengan lebih baik sendiri," tegas Guardiola.
Meski bermain di kandang sendiri, Guardiola sadar Palace bukan lawan yang bisa diremehkan. Klub asal London tersebut sedang menikmati musim impresif di bawah Oliver Glasner setelah sukses menembus final UEFA Conference League. Guardiola bahkan secara khusus memberikan pujian kepada pelatih asal Austria itu.
"Di Jerman dia luar biasa. Sulit mengalahkan mereka, memang selalu begitu," kata Guardiola.
Manchester City memang tetap lebih diunggulkan. Rekor kandang mereka di Etihad musim ini sangat kuat, ditambah Erling Haaland yang mulai kembali tajam di depan gawang. Namun Palace datang dengan reputasi sebagai tim pengacau yang kerap menyulitkan klub-klub besar lewat serangan balik cepat dan permainan tanpa rasa takut.
Ancaman itu membuat laga ini terasa menegangkan bahkan sebelum kick-off dimulai. City tahu satu hasil buruk saja bisa membuat peluang juara mereka runtuh sebelum musim benar-benar berakhir.
Kabar positif datang dari kondisi skuad tuan rumah. Rodri dikabarkan mulai pulih dari cedera groin, sementara Abdukodir Khusanov juga berpeluang kembali memperkuat lini belakang City.
Sumber: Manchester City FC, Sky Sports, The Football Faithful.