Kitakini.news -Musim 2025/2026 menghadirkan satu kenyataan menarik di sepak bola Eropa: hampir seluruh liga besar sudah memiliki juara, kecuali Premier League Inggris.
Saat Barcelona sudah berpesta di Spanyol, Bayern Munich kembali menguasai Jerman, Paris Saint-Germain mempertahankan dominasi di Prancis, dan Inter Milan mengangkat trofi Scudetto di Italia, Inggris justru masih menyajikan drama paling panas hingga akhir musim.
Premier League kini berubah menjadi duel dua raksasa: Arsenal dan Manchester City.
Arsenal berada di posisi terdepan dan hanya tinggal beberapa langkah lagi menuju trofi liga pertama sejak era Arsene Wenger pada 2004. Namun Manchester City belum menyerah. Tim asuhan Pep Guardiola terus memburu The Gunners dalam salah satu perebutan gelar paling menegangkan dalam beberapa tahun terakhir.
Tekanan kini justru berada di kedua kubu.
Arsenal memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin, tetapi City masih memiliki satu pertandingan lebih banyak. Situasi tersebut membuat setiap laga terasa seperti final. Sedikit kesalahan saja bisa mengubah seluruh arah musim.
Drama semakin terasa karena kedua tim sama-sama tampil luar biasa sepanjang musim.
Arsenal menunjukkan kedewasaan baru di bawah Mikel Arteta. Pertahanan mereka menjadi salah satu yang terbaik di liga, sementara konsistensi kemenangan membuat Emirates Stadium kembali dipenuhi harapan besar. Bahkan media Inggris mulai menyebut musim ini sebagai kesempatan emas Arsenal mengakhiri penantian 22 tahun tanpa gelar Premier League.
Namun Manchester City tetap menjadi ancaman menakutkan.
Meski sempat terpeleset saat ditahan Everton 3-3, City terus menjaga tekanan lewat kemenangan penting atas Brentford. Guardiola bahkan mengaku menikmati tekanan perebutan gelar musim ini meski timnya tak lagi sepenuhnya mengontrol nasib sendiri.
"Kami akan mencoba sampai akhir," kata Guardiola saat membahas peluang juara City.
Situasi semakin panas karena jadwal akhir musim kedua tim masih penuh jebakan. Arsenal harus menjaga konsistensi saat menghadapi Burnley dan lawan-lawan yang sedang berjuang menghindari degradasi. Sementara City wajib menyapu bersih laga melawan Crystal Palace, Bournemouth, dan Aston Villa jika ingin mempertahankan peluang juara.
Crystal Palace bahkan berpotensi menjadi penentu nasib gelar. Jika City gagal menang, Arsenal bisa semakin dekat menuju sejarah baru.
Sumber: Al Jazeera, Sporting News, Reuters, The Guardian, Times of India, NBC Sports