Kitakini.news -Atmosfer muram menyelimuti kubu Paris Saint-Germain setelah kekalahan mengejutkan 2-1 dari Paris FC pada laga penutup Ligue 1, Minggu (17/5/2026) atau Senin (28/5/2026) dini hari WIB. Bukan hanya hasil buruk yang menyakitkan, tetapi juga kabar cedera yang menimpa bintang utama mereka, Ousmane Dembélé, hanya kurang dari dua pekan jelang final
Liga Champions melawan Arsenal.
Dembélé memulai laga derby Paris dengan status pemain kunci yang kembali diandalkan pelatih Luis Enrique. Namun pertandingan berubah jadi mimpi buruk ketika sang winger terlihat memegangi bagian kaki kanannya dan akhirnya ditarik keluar pada menit ke-28. Ia langsung berjalan menuju lorong stadion tanpa kembali ke bangku cadangan, memicu kecemasan besar di kalangan pendukung PSG.
Absennya Dembélé langsung terasa di lapangan. PSG yang sempat mencoba mengontrol permainan justru kehilangan daya dobrak. Paris FC tampil disiplin dan memanfaatkan celah pertahanan lawan hingga akhirnya mengunci kemenangan dramatis 2-1.
Kekalahan itu memang tidak mengubah status PSG sebagai juara Ligue 1 musim ini, tetapi menambah tekanan menjelang laga terbesar mereka musim ini: final Liga Champions pada 30 Mei mendatang.
Cedera Dembélé kini menjadi teka-teki besar. Laporan awal menyebut pemain timnas Prancis itu mengalami gangguan otot atau strain ringan pada paha/kakinya. Meski indikasi awal tidak mengarah ke cedera serius, tim medis PSG masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tingkat keparahannya. Situasi ini membuat staf pelatih memilih berhati-hati agar kondisi sang pemain tidak memburuk.
Kehilangan Dembélé jelas akan menjadi pukulan telak bagi PSG. Musim ini, peran pemain 29 tahun itu begitu vital, terutama di Liga Champions. Kecepatannya, kemampuan menusuk dari sisi sayap, hingga insting mencetak gol menjadikannya salah satu motor serangan utama Les Parisiens dalam perjalanan menuju partai puncak Eropa.
Di sisi lain, kubu Arsenal tentu mengamati perkembangan ini dengan serius. Jika Dembélé gagal pulih tepat waktu, peluang PSG mempertahankan gelar Liga Champions bisa terganggu. Namun, harapan belum sepenuhnya padam. Waktu hampir dua pekan sebelum final, PSG berharap sang bintang masih bisa pulih dan kembali memimpin lini depan saat malam terbesar tiba.
Sumber: Le Monde, ESPN, FOX Sports, GOAL, Reuters.