Hamzah Sheeraz Kejar Sabuk Menengah Super, Alem Begic Siap Kubur Mimpi si Bintang Inggris

Sheeraz Kejar Gelar Dunia di Bawah Piramida Giza
Sukri - Sabtu, 23 Mei 2026 11:00 WIB
Kitakini.news - Hamzah Sheeraz belum selesai memburu panggung terbesar dalam kariernya. Setelah melewati pertarungan penting yang semakin mengangkat namanya di dunia tinju si kelas menengah, petinju Inggris itu kini bersiap menghadapi tantangan baru yang bisa mengubah hidupnya: duel melawan Alem Begic di bawah kemegahan Piramida Giza, Mesir.

Pertarungan yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (23/5/2026) malam atau Minggu (24/5/2026) dini hari WIB itu akan memperebutkan sabuk lowong WBO kelas menengah super. Lokasinya pun jauh dari kata biasa. Bukan di Las Vegas, London, atau Riyadh, melainkan di kawasan bersejarah Piramida Giza, menjadikan laga ini salah satu pertarungan paling unik dalam kalender tinju tahun ini.

Bagi Sheeraz, duel tersebut adalah kesempatan emas untuk membuka lembaran baru setelah sang petarung kelas menengah memutuskan naik kelas ke super menengah. Petinju berusia 26 tahun itu datang dengan reputasi besar sebagai salah satu prospek terbaik Inggris. Rekornya tetap mengilap: 22 kemenangan, tanpa kekalahan, dengan sebagian besar diraih melalui knockout. Namun di balik statistik itu, Sheeraz mengakui dirinya sempat merasa ada sesuatu yang belum lengkap dalam perkembangan kariernya.

Ia menemukan jawabannya setelah bergabung dengan mantan juara dunia Andy Lee.

"Saya merasa ada sesuatu yang hilang. Kemudian saya pindah ke Andy Lee, dan sejauh ini rasanya seperti menemukan kepingan yang hilang dari teka-teki saya," ujar Sheeraz menjelang pertarungan.

Pergantian tim pelatih dan perpindahan divisi membuatnya semakin yakin sedang berada di jalur yang tepat.

"Saya membuat keputusan yang tepat. Berat badan ini terasa jauh lebih cocok untuk saya," katanya.

Namun, impian merebut gelar dunia di Mesir datang dengan ujian yang tidak ringan.

Di sudut seberang berdiri Alem Begic, petinju Jerman yang juga belum tersentuh kekalahan. Dengan rekor 29 kemenangan, satu hasil imbang, dan 23 kemenangan knockout, Begic datang membawa ancaman nyata.

Meski tidak mendapat sorotan sebesar Sheeraz, kekuatan pukulan dan pengalamannya membuat banyak pengamat menilai duel ini jauh dari sekadar formalitas menuju penobatan bintang baru Inggris.

Begic pun tidak datang sebagai pelengkap acara.

"Saya siap untuk momen ini. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali," ujar Begic dalam pernyataannya menjelang laga.

Petinju asal Jerman itu percaya dirinya memiliki semua atribut untuk merusak skenario kemenangan yang sudah banyak diprediksi publik untuk Sheeraz.

Atmosfer Mesir juga menjadi bagian penting dari cerita besar pertarungan ini. Bahkan Sheeraz sendiri mengaku masih sulit mempercayai bagaimana peluang gelar dunianya hadir di salah satu lokasi paling ikonik di planet ini.

"Jika Anda bertanya di mana saya membayangkan memenangkan gelar dunia pertama saya, saya tidak akan pernah menjawab Mesir atau di depan Piramida Giza," ucap Sheeraz.

Ia menambahkan bahwa panggung tersebut terasa seperti sesuatu yang bahkan tidak pernah masuk dalam bayangan terliarnya.

"Ini sesuatu yang bahkan tidak ada dalam mimpi terliar saya."

Bagi Hamzah Sheeraz, kemenangan akan mengantar namanya masuk ke jajaran elite kelas super menengah dunia dan membuka pintu menuju pertarungan besar berikutnya.

Namun bagi Alem Begic, laga ini adalah peluang sempurna untuk menghentikan laju salah satu petinju Inggris paling bersinar sekaligus pulang dari Mesir dengan status juara dunia baru.

Di bawah bayang-bayang Piramida Giza, hanya satu petinju yang akan keluar sebagai pemenang — dan keduanya datang dengan keyakinan bahwa malam terbesar itu akan menjadi milik mereka.

Sumber: The Sun, Ring Magazine, Box.Live, data WBO, pernyataan tim Hamzah Sheeraz dan Alem Begic (2026).

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Parlemen Eropa Desak Investigasi Infantino, Mesir Gugat FIFA Usai Kontroversi Argentina

Olahraga

Kontroversi Laga Argentina vs Mesir Memanas, Keputusan VAR dan Polemik Balogun Kembali Menguji Kredibilitas FIFA

Olahraga

Argentina Bangkit Tumbangkan Mesir 3-2, The Pharaohs Sempat Unggul Tekan Juara Bertahan

Olahraga

Messi vs Salah! Argentina dan Mesir Berebut Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026

Olahraga

Maroko dan Mesir Jaga Asa Afrika di Piala Dunia 2026, Dua Singa Terakhir Menuju Babak 16 Besar

Olahraga

Wakil Asia-Oseania Habis di Piala Dunia 2026, Mimpi AFC Terhenti