Kitakini.news - Petinju Inggris berdarah Pakistan, Hamzah Sheeraz akhirnya mewujudkan ambisinya menjadi juara dunia setelah menghentikan perlawanan Alem Begic melalui kemenangan knockout (KO) dalam duel perebutan sabuk kosong WBO kelas menengah super, Sabtu (23/5/2026) malam waktu setempat atau Minggu (25/5/2026) dini hari WIB di kawasan ikonik Piramida Giza, Mesir.
Pertarungan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam ajang tinju besar dunia yang juga menampilkan laga utama antara Oleksandr Usyk dan Rico Verhoeven.
Sheeraz tampil dominan sejak ronde awal. Dengan jangkauan pukulan yang lebih panjang serta keunggulan fisik di kelas 168 pon, petinju berusia 26 tahun itu terus memberikan tekanan kepada Begic.
Momen penentu akhirnya datang di ronde kedua, ketika Sheeraz melepaskan kombinasi pukulan keras yang membuat wasit menghentikan pertandingan setelah Begic tidak mampu melanjutkan laga.
Kemenangan KO tersebut memastikan Sheeraz resmi menyandang status juara dunia WBO kelas menengah super untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya.
Gelar ini terasa sangat spesial bagi Sheeraz. Sebelumnya, ia sempat gagal merebut sabuk juara dunia setelah hanya bermain imbang dalam laga kontroversial melawan Carlos Adames pada perebutan gelar kelas menengah tahun 2025.
Keputusannya naik ke divisi kelas menengah super terbukti menjadi langkah yang tepat karena ia merasa lebih nyaman bertarung tanpa tekanan besar akibat pemotongan berat badan. Sebelum menghadapi Begic, Sheeraz juga telah mengirim sinyal berbahaya setelah meraih kemenangan TKO atas Edgar Berlanga.
Setelah memastikan kemenangan, Sheeraz mengungkapkan emosinya terhadap momen bersejarah tersebut. Dalam komentar yang ia sampaikan menjelang duel dan kembali digaungkan setelah ambisinya tercapai, ia menegaskan keyakinannya terhadap perjalanan baru di divisi ini.
"Sekarang giliran saya," ujar Sheeraz, merujuk pada waktunya meraih gelar besar setelah sekian lama mengejar mimpi menjadi juara dunia.
Sheeraz juga pernah mengakui bahwa bertarung di bawah bayang-bayang Piramida Giza demi memperebutkan gelar dunia terasa seperti mimpi yang sulit dipercaya.
"Saya tidak akan pernah, sama sekali tidak pernah, mengatakan Mesir," kata Sheeraz saat membicarakan lokasi ideal untuk memenangkan gelar dunia pertamanya.
Kemenangan ini membuka peluang besar bagi Sheeraz untuk menghadapi pertarungan elite di divisi kelas menengah super. Nama-nama besar seperti Canelo Alvarez hingga Christian Mbilli kini mulai dikaitkan sebagai calon lawan berikutnya bagi juara baru WBO tersebut.
Sumber: The Ring Magazine, Reuters, The Sun