Tinju Dunia

Tak Disangka, Rico Verhoeven Paksa Oleksandr Usyk Kerja Keras

Rico Verhoeven Paksa Oleksandr Usyk Bertarung Mati-Matian Ringkasan (17 kata):
Sukri - Minggu, 24 Mei 2026 14:00 WIB
Kitakini.news - Apa yang diperkirakan banyak orang sebagai malam dominasi Oleksandr Usyk berubah menjadi pertarungan berat yang nyaris menghasilkan salah satu kejutan terbesar dalam dunia tinju. Bertarung di bawah latar megah Piramida Giza, Mesir, Sabtu (23/5/2026) atau Minggu (24/5/2026) dini hari WIB, juara dunia kelas berat asal Ukraina itu akhirnya mempertahankan sabuk WBC miliknya setelah menghentikan Rico Verhoeven pada ronde ke-11. Namun kemenangan tersebut datang lewat jalan yang jauh lebih sulit dari prediksi awal.

Rico Verhoeven, legenda kickboxing Belanda yang hanya menjalani pertarungan tinju profesional keduanya, tampil jauh di luar ekspektasi. Sejak ronde awal, Verhoeven tidak datang untuk sekadar bertahan. Ia memanfaatkan ukuran tubuh, tekanan fisik, serta agresivitasnya untuk memaksa Usyk bertarung dalam ritme yang tidak nyaman.

Beberapa ronde bahkan memperlihatkan Usyk kesulitan menemukan timing terbaiknya. Sang juara dunia dipaksa mundur ke tali ring, sesuatu yang jarang terlihat dalam pertarungan kelas berat sebelumnya.

Rico Verhoeven Nyaris Ciptakan Sensasi

Menjelang ronde-ronde akhir, duel berlangsung sangat ketat. Kartu penilaian juri menunjukkan betapa serius ancaman yang dihadirkan Verhoeven. Setelah 10 ronde, dua juri mencatat pertarungan imbang 95-95, sementara satu juri lain justru menempatkan Verhoeven unggul 96-94. Artinya, Usyk benar-benar berada dalam tekanan nyata kehilangan sabuknya.

Situasi itu membuat ronde ke-11 menjadi titik penentuan. Usyk, yang sepanjang malam tampak sedikit lebih lambat dibanding biasanya, akhirnya menemukan celah. Sebuah uppercut kanan keras mendarat telak dan menjatuhkan Verhoeven.

Petarung Belanda tersebut mampu bangkit sebelum hitungan selesai, tetapi rentetan pukulan lanjutan membuat wasit memutuskan menghentikan laga pada detik-detik akhir ronde ke-11. Keputusan itu langsung memicu perdebatan.

Usai pertarungan, Usyk mengakui duel melawan Verhoeven jauh dari mudah. Petinju tak terkalahkan itu menggunakan momen kemenangan untuk menyampaikan pesan emosional kepada keluarga dan negaranya yang masih dilanda perang.

"Saya mendedikasikan kemenangan ini untuk keluarga saya dan untuk Ukraina," ujar Usyk setelah pertarungan.

Kemenangan tersebut memperpanjang rekor sempurna Usyk menjadi 25 kemenangan tanpa kalah. Namun, untuk pertama kalinya dalam waktu lama, sang juara terlihat benar-benar dipaksa bekerja keras demi menjaga statusnya.

Verhoeven Pulang dengan Kepala Tegak

Meski kalah, Rico Verhoeven justru keluar dari ring dengan reputasi yang meningkat. Datang sebagai underdog besar, ia bukan hanya bertahan melawan salah satu petinju terbaik generasi modern, tetapi juga membuat pertarungan berjalan sangat kompetitif.

Verhoeven bahkan merasa penghentian laga dilakukan terlalu cepat. Petarung berjuluk "King of Kickboxing" itu tetap menunjukkan rasa syukur setelah duel usai dan membuka peluang untuk pertarungan ulang.

"Saya merasa masih bisa lanjut. Tetapi beginilah tinju, keputusan sudah dibuat," katanya usai pertarungan.

"Saya bangga dengan performa saya dan saya menunjukkan bahwa saya pantas berada di panggung ini," ujarnya lagi.

Performa mengejutkan tersebut kini memunculkan diskusi baru di dunia tarung: apakah Rico Verhoeven layak mendapat rematch?

Di atas kertas, duel ini seharusnya menjadi kemenangan nyaman bagi Usyk. Namun, realitas di ring berkata lain. Verhoeven memberi tekanan, memenangkan beberapa ronde penting, membuat kartu juri tetap ketat hingga penghujung laga, dan memaksa sang juara menemukan penyelamatan lewat momen krusial di ronde ke-11. Usyk memang pulang dengan sabuk WBC tetap di pundaknya.

Tetapi malam di Piramida Giza juga menjadi bukti bahwa Rico Verhoeven bukan sekadar tamu dari dunia kickboxing, namun juga memberi perlawanan sengit terhadap juara tak terbantahkan, dan nyaris menulis sejarah.

Sumber: Reuters, MMA Fighting, Bad Left Hook, Yahoo Sports

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Anthony Joshua Bangkit Setelah Dipukul Jatuh, Pukul KO Prenga Ronde Berikutnya

Olahraga

Jon Jones Buka Peluang Lawan Oleksandr Usyk, Antarkan Sang Juara Pensiun?

Olahraga

Parlemen Eropa Desak Investigasi Infantino, Mesir Gugat FIFA Usai Kontroversi Argentina

Olahraga

Kontroversi Laga Argentina vs Mesir Memanas, Keputusan VAR dan Polemik Balogun Kembali Menguji Kredibilitas FIFA

Olahraga

Argentina Bangkit Tumbangkan Mesir 3-2, The Pharaohs Sempat Unggul Tekan Juara Bertahan

Olahraga

Messi vs Salah! Argentina dan Mesir Berebut Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026