Kitakini.news -
Arsenal akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun setelah menjuarai Liga Premier Inggris musim 2025/2026. Namun, trofi yang diangkat di akhir musim hanyalah satu bagian dari kisah besar mereka. Tim asuhan
Mikel Arteta tidak sekadar menjadi juara, mereka melakukannya dengan sederet catatan unik yang membuat musim ini terasa berbeda dibanding kampiun Premier League lainnya.
Hal paling mencolok adalah soal disiplin. Arsenal berhasil menjadi juara tanpa menerima satu pun kartu merah sepanjang musim liga. Tidak ada pemain yang diusir wasit, baik karena kartu merah langsung maupun akumulasi dua kartu kuning. Di era sepak bola modern yang keras, cepat, dan penuh tekanan seperti sekarang, pencapaian ini terasa sangat langka. Bahkan tim-tim juara biasanya tetap kehilangan pemain di beberapa pertandingan penting akibat tensi tinggi di lapangan.
Yang membuat pencapaian Arsenal semakin istimewa, mereka juga tidak memberikan satu penalti pun kepada lawan sepanjang musim. Artinya, The Gunners menjadi tim pertama dalam sejarah Premier League yang mampu finis sebagai juara dengan kombinasi tanpa kartu merah dan tanpa kebobolan penalti dalam satu musim penuh statistik yang menunjukkan betapa disiplin dan rapinya mereka saat bertahan.
Menariknya, keberhasilan musim ini terasa kontras dengan citra Arsenal beberapa tahun sebelumnya. Pada awal era Mikel Arteta, The Gunners justru dikenal sebagai salah satu tim yang sering menerima kartu merah di Inggris. Emosi pemain kerap menjadi masalah. Namun perubahan terjadi secara perlahan. Arsenal bertransformasi dari tim yang mudah kehilangan kontrol menjadi skuad yang lebih matang, efisien, dan disiplin.
Gelar musim ini juga hadir dengan total poin yang relatif lebih rendah dibanding dominasi juara Premier League era modern. Arsenal tidak sebrutal Manchester City yang pernah mencapai 100 poin pada musim 2017/2018, atau Liverpool yang hampir menyapu bersih kompetisi pada musim terbaik mereka. Arsenal juara lewat konsistensi, organisasi permainan yang rapi, serta kemampuan memenangkan laga-laga kecil saat rival kehilangan poin.
Meski begitu, Mikel Arteta menegaskan bahwa perjalanan menuju gelar tidak pernah mudah. Sang pelatih asal Spanyol menyebut keberhasilan Arsenal lahir dari ketahanan mental dan kemampuan menghadapi tekanan.
"Anda harus terus bertahan, tetap tangguh, dan menerima kerentanan sebagai bagian dari perjalanan," ujar Arteta.
Dalam kesempatan lain, Arteta juga mengungkapkan emosinya setelah Arsenal akhirnya dipastikan menjadi juara.
"Itu sangat indah," kata Arteta.
Sumber: Reuters, Pain in the Arsenal, Premier League, The Guardian.