Kitakini.news - Kemenangan meyakinkan
Timnas Indonesia U-19 atas
Myanmar ternyata belum membuat Pelatih
Nova Arianto merasa puas. Meski Garuda Muda membuka perjalanan di ASEAN U-19 Boys' Championship 2026 dengan kemenangan telak 3-0, Nova menilai performa anak asuhnya masih jauh dari harapan.
Pelatih berusia 46 tahun itu menyebut laga perdana selalu menghadirkan tantangan tersendiri, apalagi bagi pemain muda yang baru merasakan atmosfer pertandingan internasional resmi.
"Pertandingan pertama tentu tidak akan mudah bagi kami. Sangat syukuri hasil ini. Tapi isi pertandingan hari ini masih jauh dari yang kami harapkan," ujar Nova Arianto usai pertandingan di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Senin (1/6/2026) malam.
Nova memahami masih terlihatnya rasa gugup dalam permainan para pemainnya. Menurut dia, minimnya pengalaman internasional membuat sejumlah pemain belum tampil lepas sepanjang laga.
"Saya sangat memahami ini karena ini merupakan uji coba pertandingan internasional mereka yang pertama. Sehingga banyak yang belum percaya diri. Kita harapkan ini menjadi pelajaran untuk bisa lebih baik menghadapi Timor Leste di laga kedua nanti," katanya.
Meski belum puas, Nova tetap layak tersenyum. Timnas Indonesia U-19 berhasil membuka turnamen dengan kemenangan penting setelah mengalahkan Myanmar 3-0 di hadapan ribuan pendukung sendiri.
Sejak peluit awal dibunyikan, Garuda Muda langsung mengambil alih permainan. Tekanan tinggi diterapkan demi membongkar pertahanan Myanmar yang tampil disiplin dan memilih menunggu lewat serangan balik cepat.
Indonesia sempat kesulitan menciptakan peluang bersih karena rapatnya lini belakang lawan. Namun kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-37 lewat aksi Arkhan Kaka.
Berawal dari bola liar di depan kotak penalti, penyerang muda andalan Indonesia itu bergerak cepat menyambar peluang sebelum melepaskan tembakan yang gagal dijangkau penjaga gawang Myanmar. Stadion Utama Sumatera Utara pun bergemuruh menyambut gol pembuka Garuda Muda. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Indonesia tetap tampil menyerang. Dukungan suporter membuat para pemain semakin percaya diri menekan pertahanan Myanmar.
Pergantian pemain yang dilakukan Nova Arianto terbukti menjadi pembeda. Dimas Wicaksono, yang masuk sebagai pemain pengganti, tampil efektif dan menjadi mimpi buruk bagi Myanmar.
Pada menit ke-76, Dimas berhasil menggandakan keunggulan Indonesia menjadi 2-0 setelah memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti. Gol tersebut membuat permainan Myanmar semakin kehilangan arah.
Ketika laga tampak akan berakhir dengan dua gol, Dimas kembali menunjukkan ketajamannya. Pada menit ke-87, ia lagi-lagi sukses mencatatkan nama di papan skor sekaligus memastikan kemenangan telak Indonesia menjadi 3-0.
Hasil positif ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam persaingan Grup A yang juga dihuni Vietnam dan Timor Leste. Sebelumnya, Vietnam juga meraih kemenangan dengan skor identik 3-0 atas Timor Leste di Stadion Teladan Medan.
Persaingan menuju posisi puncak klasemen pun dipastikan bakal berlangsung ketat. Bagi Indonesia, kemenangan atas Myanmar menjadi awal yang menjanjikan sekaligus sinyal bahwa status tuan rumah bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari ambisi besar mempertahankan gelar juara.
Sementara itu, pencetak gol pembuka Indonesia, Arkhan Kaka, memilih merendah. Ia menilai kemenangan atas Myanmar merupakan hasil kerja keras seluruh pemain dan masih menyisakan ruang evaluasi.
"Yang pasti ini berkat kerja keras seluruh tim dan ini juga menjadi evaluasi bagi kami agar lebih baik di laga kedua nanti," ujar Arkhan.