Kitakini.news - Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan yang tidak bisa dianggap sebagai sekadar laga persahabatan saat menjamu Oman pada FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026) pukul 21.00 WIB. Di balik status uji coba, pertandingan ini menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan skuad Garuda di bawah arahan pelatih baru, John Herdman.
Pertemuan melawan Oman menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan yang secara peringkat FIFA masih berada jauh di atas. Saat ini Oman menempati posisi ke-79 dunia, sedangkan Indonesia berada di peringkat ke-122. Selain itu, laga ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Piala AFF 2026, Piala Asia 2027, dan langkah awal membangun fondasi menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Bagi Herdman, pertandingan ini memiliki makna lebih dalam daripada sekadar hasil akhir. Pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa timnya harus belajar menghadapi lawan yang terbiasa bersaing di level tinggi Asia.
"Oman adalah tim berpengalaman yang memahami cara memenangkan pertandingan di konfederasi ini. Bagi kami, tantangannya adalah belajar bagaimana meraih kemenangan melawan tim dengan kualitas seperti mereka," ujar Herdman menjelang pertandingan.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia awal tahun ini, Herdman terus menanamkan mental kompetitif kepada para pemainnya. Mantan pelatih Kanada yang sukses membawa negaranya tampil di Piala Dunia 2022 itu melihat laga melawan Oman sebagai bagian dari proses membentuk identitas baru Garuda.
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Herdman menegaskan bahwa para pemain harus memahami arti setiap kesempatan mengenakan seragam Merah Putih.
"Ini bukan sekadar pertandingan persahabatan," kata Herdman saat berbicara mengenai pentingnya duel melawan Oman.
Pelatih berusia 50 tahun itu juga beberapa kali menekankan pentingnya belajar dari kegagalan masa lalu untuk membangun tim yang lebih kuat dan kompetitif di masa depan. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk berkembang apabila para pemain mampu mengubah pengalaman pahit menjadi motivasi.
Secara historis, Oman masih lebih unggul dalam catatan pertemuan kedua tim. Dari enam laga sebelumnya, Indonesia meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kali menelan kekalahan. Pertemuan terakhir juga menjadi pengingat bahwa Oman selalu mampu menyulitkan Garuda ketika kedua tim bertemu.
Meski demikian, bermain di depan puluhan ribu pendukung sendiri memberi keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Atmosfer GBK diperkirakan akan menjadi suntikan energi tambahan bagi Jay Idzes dan kawan-kawan untuk memberikan perlawanan maksimal.
Laga ini juga menjadi panggung bagi Herdman untuk melihat sejauh mana perkembangan taktik yang mulai ia tanamkan sejak mengambil alih kursi pelatih awal tahun. Sejumlah pemain yang sebelumnya absen kembali masuk dalam skuad, sementara kombinasi pemain naturalisasi dan talenta lokal diprediksi akan menjadi fokus utama dalam pertandingan nanti.
Herdman diketahui telah menetapkan 23 pemain untuk menghadapi Oman dan Mozambik. Nama-nama seperti Emil Audero, Maarten Paes, Kevin Diks, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, hingga Marselino Ferdinan menjadi bagian dari skuad yang dipersiapkan untuk dua agenda FIFA Matchday bulan ini.
Menariknya, Herdman datang ke pertandingan ini dengan catatan yang cukup menjanjikan saat menghadapi tim-tim Asia. Ketika masih menangani Kanada, ia belum pernah menelan kekalahan dalam tiga pertemuan melawan wakil Asia, yakni mengalahkan Qatar dan Jepang serta bermain imbang melawan Bahrain.
Meski statistik tersebut tidak menjamin hasil di lapangan, catatan itu menunjukkan bahwa Herdman memiliki pengalaman menghadapi karakter permainan Asia yang beragam.
Pada akhirnya, laga Indonesia kontra Oman bukan hanya soal strategi atau kualitas individu. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing melawan tim dengan ranking lebih tinggi. Herdman ingin melihat timnya berkembang bukan hanya dari sisi teknik, tetapi juga mentalitas.
Sumber: Reuters, One Football, GenPi