Kitakini.news - Rentetan hasil mengejutkan kembali mewarnai persiapan menuju Piala Dunia 2026. Setelah Prancis tumbang di kandang dari Pantai Gading dan Belgia gagal meraih kemenangan, kini giliran juara Eropa, Spanyol, yang tersandung. La Roja hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Irak dalam laga uji coba internasional di Stadion Riazor, La Coruna, Kamis (4/6/2026) malam atau Jumat (5/6/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut menambah daftar panjang tim-tim elite Eropa yang gagal menunjukkan dominasi penuh dalam laga pemanasan menuju turnamen terbesar dunia. Meski berstatus unggulan Piala Dunia dan bermain di hadapan pendukung sendiri, Spanyol kesulitan menembus pertahanan disiplin Irak yang tampil penuh percaya diri. ([Reuters][1])
Spanyol sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Ferran Torres membawa tuan rumah unggul lebih dulu pada menit ke-16 setelah menyelesaikan serangan balik cepat yang dibangun dari lini tengah. Gol tersebut sempat membuat publik Riazor yakin kemenangan akan menjadi milik La Roja.
Namun Irak tidak datang hanya untuk bertahan. Pada menit ke-27, Merchas Doski mencetak gol spektakuler dari sudut sempit di sisi kiri pertahanan Spanyol. Tendangan kaki kirinya melambung melewati kiper Joan Garcia dan bersarang di gawang, membuat skor berubah menjadi 1-1. Gol tersebut menjadi salah satu momen terbaik Irak dalam persiapan mereka menuju penampilan kedua sepanjang sejarah di Piala Dunia.
Meski menguasai jalannya pertandingan dan mencatat dominasi penguasaan bola, Spanyol kesulitan menciptakan peluang bersih setelah gol penyeimbang tersebut. Ferran Torres bahkan sempat membentur mistar gawang menjelang turun minum, menjadi salah satu peluang terbaik yang gagal berbuah gol tambahan.
Salah satu penyebab performa kurang menggigit Spanyol adalah keputusan pelatih Luis de la Fuente untuk mengistirahatkan sejumlah pemain utama. Nama-nama seperti Lamine Yamal, Nico Williams, Rodri, Pedri, Fabian Ruiz, hingga Martin Zubimendi tidak dimainkan sejak awal karena pertimbangan kebugaran menjelang Piala Dunia.
Sebagai gantinya, De la Fuente memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda dan pelapis untuk menunjukkan kemampuan mereka. Delapan pemain bahkan menjalani debut bersama tim nasional senior dalam pertandingan tersebut.
Meski hasilnya kurang memuaskan, sang pelatih memilih melihat sisi positif dari laga tersebut.
"Hari ini tentang merasakan pertandingan dan memberi kesempatan kepada pemain lain. Tidak ada cedera, itu yang penting," kata Luis de la Fuente seusai pertandingan.
Pelatih berusia 64 tahun itu juga menegaskan bahwa fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada persiapan akhir menuju Amerika Utara.
"Sekarang kami memasuki fase baru dengan intensitas yang lebih tinggi dan lebih banyak pemain yang terlibat. Besok kami berada di
Amerika Serikat dan fokus kami harus berada di sana," ucapnya.
Di sisi lain, hasil imbang ini terasa seperti kemenangan bagi Irak. Tim asuhan Graham Arnold tampil disiplin, terorganisasi, dan tidak gentar menghadapi salah satu favorit juara dunia.
Meski tidak diperkuat susunan pemain terbaik sepanjang laga, Irak menunjukkan kualitas yang membuat mereka layak diperhitungkan. Pertahanan rapat dan efektivitas serangan balik menjadi senjata utama yang berhasil meredam kreativitas Spanyol
Hasil ini juga menjadi modal penting bagi Irak yang tergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia pada Piala Dunia 2026.
Alarm untuk Tim-Tim Eropa?
Dalam beberapa hari terakhir, hasil-hasil mengejutkan terus bermunculan. Prancis kalah 1-2 dari Pantai Gading, Belgia gagal meraih kemenangan, dan kini Spanyol ditahan Irak. Walaupun sebagian besar tim Eropa melakukan rotasi besar dan mengutamakan kebugaran pemain, tren tersebut tetap menjadi sinyal bahwa jarak kualitas antara negara-negara elite dan tim dari Afrika maupun Asia semakin menipis.
Spanyol masih memiliki satu laga pemanasan lagi melawan Peru sebelum memulai perjalanan mereka di Grup H Piala Dunia. Namun hasil di La Coruna menjadi pengingat bahwa status juara Eropa tidak otomatis menjamin kemenangan. Sementara bagi Irak, hasil imbang melawan salah satu raksasa dunia menjadi bukti bahwa mereka datang ke Piala Dunia bukan sekadar sebagai pelengkap.
Sumber: Reuters, Vodacom Soccer, The Daily Star, El País Deportes, Marca