Kitakini.news -
Portugal menutup salah satu laga pemanasan terakhir menuju
Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-1 atas
Chile dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung di Estádio Nacional do Jamor, Oeiras, Sabtu (6/6/2026) waktu setempat atau Minggu (7/6/2026) dini hari WIB. Namun hasil positif tersebut tidak diraih dengan mudah karena pertandingan juga diwarnai insiden panas yang berujung dua kartu merah.
Bagi Portugal, kemenangan ini menjadi modal berharga sebelum memasuki turnamen yang akan menjadi Piala Dunia keenam dalam karier Cristiano Ronaldo. Sementara bagi Chile yang gagal lolos ke putaran final, laga ini menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan menghadapi salah satu kandidat kuat juara dunia.
Sejak menit-menit awal, Portugal tampil dominan. Tim asuhan Roberto Martinez langsung mengambil alih penguasaan bola dan berkali-kali mengancam gawang Chile yang dikawal Lawrence Vigouroux.
Peluang pertama datang melalui sundulan Ruben Dias yang memaksa Vigouroux melakukan penyelamatan gemilang. Tak lama kemudian Rafael Leao nyaris membawa Portugal unggul setelah memanfaatkan umpan tumit Cristiano Ronaldo, namun tembakannya hanya membentur tiang gawang.
Ronaldo sendiri sempat menjebol gawang Chile pada babak pertama. Sayangnya gol tersebut dianulir karena sang kapten sudah lebih dulu berada dalam posisi offside. Portugal terus menekan, tetapi rapatnya pertahanan Chile membuat skor tetap 0-0.
Ketika pertandingan tampak akan memasuki ruang ganti dengan skor kacamata, suasana justru memanas. Berawal dari serangkaian pelanggaran keras, terjadi keributan antarpemain yang melibatkan Rafael Leao dan bek muda Chile, Ivan Roman.
Wasit Luca Zufferli tidak ragu mengeluarkan kartu merah langsung kepada kedua pemain tersebut. Akibatnya, Portugal dan Chile harus memainkan seluruh babak kedua dengan 10 pemain. Roberto Martinez merespons situasi tersebut dengan melakukan sejumlah pergantian pemain saat jeda. Keputusan itu terbukti efektif.
Portugal akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-58. Goncalo Guedes yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menyambar peluang di dalam kotak penalti dan membawa tuan rumah unggul 1-0. Gol tersebut membuat Portugal bermain lebih lepas.
Chile mencoba memberikan respons, tetapi justru Portugal yang kembali menambah keunggulan. Pada menit ke-75, Bruno Fernandes menunjukkan kelasnya lewat penyelesaian akurat yang membuat skor berubah menjadi 2-0. Gol gelandang Manchester United itu praktis membuat Portugal berada di atas angin.
Meski tertinggal dua gol, Chile tidak menyerah begitu saja. Tim tamu terus berusaha mencari celah di pertahanan Portugal dan akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan pada masa injury time.
Lucas Cepeda mencetak gol pada menit ke-92 melalui tendangan keras yang gagal dihentikan Rui Silva. Sayangnya, gol tersebut datang terlalu terlambat untuk mengubah hasil pertandingan. Portugal tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.
Selain kemenangan, pertandingan ini juga memberikan beberapa catatan penting bagi Roberto Martinez. Kedalaman skuad Portugal kembali terlihat ketika para pemain pengganti seperti Goncalo Guedes mampu memberikan dampak langsung terhadap jalannya pertandingan.
Bruno Fernandes juga kembali menunjukkan perannya sebagai motor permainan tim. Gelandang berusia 31 tahun itu tampil dominan di lini tengah dan menutup performa apiknya dengan satu gol yang menjadi penegas kemenangan Portugal.
Di sisi lain, insiden kartu merah Rafael Leao menjadi perhatian tersendiri. FIFA berpotensi meninjau kembali kejadian tersebut dan bukan tidak mungkin memberikan sanksi tambahan apabila dianggap sebagai tindakan kekerasan serius. Situasi ini tentu menjadi kekhawatiran bagi Portugal menjelang dimulainya Piala Dunia.
Terlepas dari drama yang terjadi, Portugal berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kemenangan atas Chile memperpanjang tren positif mereka dan menjaga kepercayaan diri skuad menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia.
Bagi Chile, kekalahan ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki semangat juang tinggi meski gagal tampil di Piala Dunia. Sedangkan bagi Portugal, kemenangan tersebut menjadi pengingat bahwa mereka memiliki kualitas, kedalaman skuad, dan pengalaman untuk menjadi salah satu penantang serius dalam perebutan trofi Piala Dunia 2026.
Sumber: Reuters, TNT Sports, PortuGOAL, ANTARA, Outlook India, beIN Sports