Kitakini.news - Hasil imbang 1-1 antara Brasil dan Maroko pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 menyisakan kepuasan berbeda bagi kedua kubu. Brasil merasa beruntung mampu terhindar dari kekalahan, sementara Maroko menilai satu poin tersebut sebagai bukti bahwa mereka mampu bersaing dengan siapa pun di panggung dunia.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengakui timnya tidak tampil dalam performa terbaik. Menurut pelatih asal Italia itu, Maroko mampu memberikan tekanan yang membuat Selecao kesulitan mengembangkan permainan sepanjang pertandingan.
"Kami menghadapi lawan yang sangat kuat. Maroko bermain dengan intensitas tinggi dan membuat kami kesulitan, terutama pada fase-fase awal pertandingan," kata Ancelotti seusai laga.
Ancelotti juga menyoroti karakter para pemainnya yang mampu bangkit setelah tertinggal lebih dahulu melalui gol Ismael Saibari.
"Kami bereaksi dengan baik setelah kebobolan. Tim menunjukkan karakter dan berhasil kembali ke pertandingan. Tentu masih banyak yang harus diperbaiki, tetapi satu poin ini tetap penting untuk langkah kami di turnamen," ujarnya.
Pelatih yang baru menjalani debutnya di putaran final Piala Dunia bersama Brasil itu menilai keseimbangan permainan timnya belum maksimal, terutama di sektor tengah lapangan yang beberapa kali kalah duel dari para pemain Maroko.
Di kubu lawan, pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menyambut positif hasil yang diraih anak asuhnya. Ia menilai Atlas Lions tampil sesuai identitas permainan yang selama ini mereka bangun.
"Saya bangga kepada para pemain. Mereka bermain tanpa rasa takut menghadapi salah satu tim terbaik di dunia. Kami menunjukkan kepribadian dan kualitas yang kami miliki," ujar Ouahbi.
Pelatih berusia 49 tahun tersebut bahkan merasa timnya memiliki peluang untuk meraih kemenangan apabila lebih tenang dalam memanfaatkan sejumlah kesempatan yang tercipta.
"Kami menghormati Brasil, tetapi kami datang ke sini untuk bermain dengan cara kami sendiri. Para pemain membuktikan bahwa Maroko bisa bersaing di level tertinggi," tambahnya
Ouahbi juga menegaskan bahwa Maroko tidak lagi melihat diri mereka sebagai tim kuda hitam seperti beberapa tahun lalu. Menurutnya, pencapaian dalam beberapa turnamen terakhir telah membuat timnya pantas disejajarkan dengan negara-negara elite sepak bola dunia.
Dalam pertandingan di Stadion MetLife tersebut, Maroko unggul lebih dulu melalui Ismael Saibari pada menit ke-21 setelah memanfaatkan serangan balik cepat. Brasil kemudian menyamakan kedudukan lewat aksi individu Vinicius Junior pada menit ke-32. Skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Sumber: Reuters, The Guardian, FIFA World Cup, VAVEL, Times of India.