Kitakini.news - Belgia mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari kata meyakinkan. Menghadapi Mesir pada laga pembuka Grup G di Seattle, Senin (15/6/2026) atau Selasa (16/6/2025) dini hari WIB. Setan Merah hanya mampu bermain imbang 1-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu. Hasil ini menjadi modal berharga bagi Mesir, yang tampil disiplin dan beberapa kali membuat Belgia berada dalam tekanan.
Sejak menit awal, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Belgia yang lebih diunggulkan mencoba menguasai bola melalui Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku. Namun justru Mesir yang tampil lebih efektif. Tim asuhan Hossam Hassan tidak takut meladeni permainan terbuka dan beberapa kali mengancam lewat kecepatan Mohamed Salah serta Omar Marmoush.
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-19. Emam Ashour melepaskan tembakan keras yang gagal dijangkau Thibaut Courtois. Umpan dari Mohamed Salah membuka ruang bagi sang gelandang untuk melepaskan penyelesaian sempurna dan membawa Mesir unggul 1-0. Gol tersebut membuat pendukung Mesir di stadion bergemuruh, sementara De Bruyne dkk tampak kehilangan ritme permainan.
Yang paling mengejutkan adalah betapa sulitnya Belgia menciptakan peluang bersih sepanjang babak pertama. Tim yang dihuni pemain-pemain top Eropa itu bahkan gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran sebelum turun minum. Sementara Mesir tampil tenang, rapat saat bertahan, dan berbahaya ketika melakukan serangan balik.
Memasuki babak kedua, pelatih Rudi Garcia mulai melakukan perubahan. Belgia meningkatkan intensitas serangan dan terus menekan pertahanan Mesir. Namun hingga satu jam pertandingan berjalan, lini belakang The Pharaohsmasih mampu meredam berbagai upaya yang dibangun KevinDe Bruyne dan kawan-kawan.
Titik balik laga datang pada menit ke-66. Romelu Lukaku yang baru beberapa detik masuk dari bangku cadangan langsung memberi dampak. Sebuah umpan silang ke arah penyerang Napoli tersebut berujung petaka bagi Mesir setelah Mohamed Hany secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawang sendiri. Skor berubah menjadi 1-1 dan momentum berpindah ke kubu Belgia.
Meski berhasil menyamakan kedudukan, anak asuh Rudi Garcia tetap kesulitan menemukan gol kemenangan. De Bruyne sempat membentur tiang gawang, sementara Lukaku gagal memaksimalkan peluang emas melalui sundulan. Di sisi lain, Mesir juga beberapa kali mengancam lewat transisi cepat yang membuat lini belakang Belgia terlihat rentan. Namun, buruknya penyelesaian akhir tidak menambah gol bagi Mesir kendati tampil lebih baik.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-1 tidak berubah. Banyak pengamat dan suporter menilai hasil tersebut cukup adil, meski sebagian merasa Mesir layak mendapatkan lebih setelah tampil berani dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Di berbagai forum sepak bola, banyak penggemar bahkan menyebut Belgia beruntung bisa membawa pulang satu poin dari pertandingan itu