Kitakini.news -
Jerman meraih kemenangan dramatis 2-1 atas
Pantai Gading dalam laga Grup E
Piala Dunia 2026 yang berlangsung penuh tensi dan perubahan momentum. Sempat tertinggal lebih dulu, Die Mannschaft akhirnya membalikkan keadaan berkat aksi gemilang pemain pengganti, Deniz Undav, yang menjadi penentu kemenangan dengan dua gol krusial.
Sejak awal pertandingan yang digelar di Stadion BMO Field, Toronto, Kanada, pasukan Jerman kesulitan menembus pertahanan rapat Pantai Gading. Bahkan, pada laga yang digelar Sabtu (20/6/2026) waktu setempat atau Minggu dini hari WIB, beberapa peluang mereka sempat dianulir oleh wasit, membuat tekanan semakin besar di kubu tim asuhan Julian Nagelsmann. Situasi semakin sulit ketika Pantai Gading justru berhasil mencuri keunggulan lebih dulu melalui Franck Kessié pada menit ke-30 setelah memanfaatkan bola muntah di kotak penalti.
Memasuki babak kedua, Jerman mencoba meningkatkan intensitas serangan, namun lini depan mereka masih kesulitan menemukan celah. Momentum berubah ketika Nagelsmann melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Deniz Undav dari bangku cadangan menit ke 60, menggantikan Jamal Musiala.
Masuknya pemain Jerman berdarah Kurdi itu, langsung memberikan dampak signifikan. Striker VfB Stuttgart itu menjadi pembeda dengan gol penyama kedudukan pada menit ke-68 lewat penyelesaian klinis di dalam kotak penalti, setelah menerima umpan terukur Nadiem Amiri dari sisi sayap.
Pantai Gading yang sebelumnya tampil disiplin mulai tertekan. Jerman terus menggempur hingga akhirnya Undav kembali muncul sebagai pahlawan di masa injury time. Pada menit ke-90+4, ia menyambar umpan matang di depan gawang dan memastikan comeback sempurna Jerman menjadi 2-1.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga bukti kedalaman skuad Jerman yang mampu mengubah jalannya pertandingan melalui pemain pengganti.
Pelatih Julian Nagelsmann mendapat pujian atas keputusannya yang tepat dalam melakukan rotasi. Sementara itu, Deniz Undav menjadi sorotan utama berkat kontribusi instan yang kembali menunjukkan reputasinya sebagai "super sub" mematikan di level internasional.
Pantai Gading sendiri harus menerima kenyataan pahit setelah tampil solid hampir sepanjang laga, namun gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Sumber: The Guardian, The Times, Outlook India