Kitakini.news - UFC FIght Night: Fiziev vs Torres atau UFC Baku menghadirkan salah satu momen paling mengejutkan sepanjang 2026. Petarung kelas berat ringan asal Turki, Abdul Rakhman Yakhyaev, hanya membutuhkan delapan detik untuk mengakhiri perlawanan Julius Walker dalam laga pendahuluan yang digelar di Baku Crystal Hall, Azerbaijan, Sabtu (27/6/2026) malam.
Kemenangan itu bukan sekadar memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi 10-0, tetapi juga menempatkan namanya dalam daftar penyelesai tercepat dalam sejarah UFC.
Sejak bel pembuka berbunyi, Yakhyaev langsung melangkah maju tanpa memberi kesempatan Walker membangun ritme. Sebuah pukulan kanan telak mendarat tepat di wajah lawannya hanya beberapa detik setelah keduanya saling berhadapan di tengah oktagon.
Walker langsung roboh ke kanvas. Yakhyaev kemudian menambahkan beberapa pukulan lanjutan sebelum wasit Jim Perdios menghentikan pertandingan. Total pertarungan hanya berlangsung delapan detik.
Kecepatan penyelesaian tersebut membuat arena di Baku bergemuruh. Para penonton bahkan belum sempat menikmati jalannya laga ketika duel sudah dinyatakan selesai.
Menurut data UFC, kemenangan itu menyamai catatan James Irvin sebagai knockout tercepat kedua dalam sejarah divisi kelas berat ringan. Yakhyaev hanya terpaut satu detik dari rekor Ryan Jimmo yang membukukan kemenangan tujuh detik atas Anthony Perosh pada UFC 149 tahun 2012.
Secara keseluruhan, penyelesaian delapan detik itu juga masuk dalam jajaran knockout tercepat sepanjang sejarah UFC, meski masih berada di belakang rekor mutlak milik Jorge Masvidal yang menghentikan Ben Askren hanya dalam lima detik pada UFC 239.
Yakhyaev memang datang ke UFC Baku dengan status favorit. Dalam dua penampilan sebelumnya di UFC, ia juga menang melalui penyelesaian ronde pertama atas Brendson Ribeiro dan Raffael Cerqueira. Namun, tidak banyak yang menduga ia mampu menyelesaikan laga bahkan sebelum jam pertandingan menunjukkan angka 10 detik.
Usai kemenangan sensasional itu, Yakhyaev mengaku masih belum puas karena gagal memecahkan rekor tercepat divisinya.
"Saya datang ke sini untuk menciptakan rekor. Ini memang bukan yang tercepat, tetapi yang kedua. Kita lihat saja di pertarungan berikutnya. Saya akan terus mencoba," ujar Yakhyaev.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya tidak datang dengan target mengakhiri laga dalam hitungan detik.
"Saya tidak masuk ke arena dengan rencana mencetak knockout di ronde pertama. Tetapi ketika kesempatan itu datang, saya langsung memanfaatkannya," katanya saat wawancara di oktagon dengan legenda UFC, Michael Bisping.
Performa luar biasa itu semakin mengukuhkan reputasi Yakhyaev sebagai salah satu prospek paling berbahaya di divisi kelas berat ringan UFC. Dari 10 kemenangan profesional yang telah dibukukannya, hampir seluruhnya berakhir sebelum waktu normal, menunjukkan kemampuan penyelesaian yang luar biasa.
Media MMA Fighting menilai kemenangan tersebut langsung menarik perhatian tim pencari bakat UFC karena Yakhyaev diperkirakan akan segera menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi setelah mencatat tiga kemenangan beruntun melalui penyelesaian cepat di UFC. (MMA Fighting)
Sementara itu, Julius Walker harus menerima kekalahan ketiganya sebagai petarung profesional. Ia bahkan nyaris tidak sempat menjalankan strategi yang telah dipersiapkan karena langsung dihantam pukulan pertama Yakhyaev.
Sumber: UFC, MMA Fighting, TalkSPORT.