Piala Dunia 2026

Duel Raksasa Lawan Kuda Hitam: Brasil Diuji Mental Baja Jepang

Sukri - Senin, 29 Juni 2026 19:00 WIB
istimewa
Laga Brasil vs Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan laga antara favorit juara menghadapi tim kuda hitam.

Kitakini.news - Babak 32 besar Piala Dunia 2026 menyajikan salah satu laga paling dinanti, ketika Brasil bertemu Jepang di Houston Stadium (NRG Stadium), Senin malam waktu Amerika Serikat atau sekitar pukul 00.00 WIB dini hari Selasa, 30 Juni 2026. Tim "Samurai Biru" datang sebagai runner-up Grup F yang penuh kepercayaan diri, sementara Brasil melangkah sebagai juara Grup C yang membawa beban sejarah lima gelar juara dunia.

Bagi kedua tim, taruhannya jelas: kalah berarti pulang lebih cepat, menang berarti tiket ke babak 16 besar untuk berhadapan dengan pemenang duel Pantai Gading melawan Norwegia.

Brasil Tampil Makin Tajam Usai Start Tersendat

Perjalanan Brasil di fase grup tidak langsung mulus. Skuad asuhan Carlo Ancelotti membuka turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Maroko, sebuah hasil yang sebenarnya bisa dibilang menguntungkan bagi mereka mengingat permainan yang ditampilkan saat itu jauh dari sempurna. Namun performa Tim Samba kemudian melesat tajam, mereka menggulung Haiti 3-0, lalu menutup fase grup dengan kemenangan telak 3-0 atas Skotlandia yang sekaligus mengamankan posisi puncak Grup C.

Vinicius Junior menjadi aktor utama dengan torehan empat gol di tiga laga grup, membuktikan kepercayaan besar yang diberikan Ancelotti kepadanya sebagai poros serangan. Di sisi lain, kembalinya Neymar dari masa pemulihan cedera turut menyuntikkan semangat tambahan ke ruang ganti, meski sang bintang asal Santos itu kemungkinan besar baru akan diturunkan sebagai pemain pengganti mengingat pasangan Matheus Cunha dan Vinicius sudah menunjukkan kombinasi yang menjanjikan di lini depan.

Catatan kelam datang dari sektor sayap kanan, di mana Raphinha harus absen akibat cedera paha. Selain itu, trio Casemiro, Fabinho, dan Danilo berstatus rawan akumulasi kartu kuning, sehingga satu pelanggaran kecil saja bisa membuat mereka absen di babak 16 besar jika Brasil berhasil lolos.

Jepang Tak Terkalahkan, tapi Dihantam Krisis Cedera

Di kubu lawan, Jepang menyelesaikan fase grup tanpa terkalahkan sama sekali, sebuah catatan yang membuat mereka pantas disegani meski hanya finis di posisi kedua Grup F. Mereka memulai turnamen dengan comeback dramatis untuk menahan Belanda 2-2, lalu menghancurkan Tunisia dengan skor 4-0, sebelum menutup fase grup dengan hasil 1-1 melawan Swedia.

Daichi Kamada dan Ayase Ueda tampil sebagai pahlawan lini depan dengan masing-masing mencetak dua gol sepanjang fase grup, mempertegas reputasi Jepang sebagai tim yang berbahaya dalam transisi cepat dari bertahan ke menyerang.

Sayangnya, kabar kurang menggembirakan datang dari ruang perawatan. Takefusa Kubo, playmaker andalan yang biasa menjadi sumber kreativitas utama, dipastikan absen untuk laga ketiga beruntun akibat masalah cedera. Kapten Wataru Endo juga diragukan tampil, sementara bek Ko Itakura masih dipertanyakan kebugarannya. Ditambah lagi, dua nama yang sempat diandalkan di masa lalu, Takumi Minamino dan Kaoru Mitoma, bahkan tidak masuk dalam skuad final turnamen ini. Praktis, pelatih Hajime Moriyasu harus meracik strategi tanpa beberapa pilar utamanya.

Bayang-Bayang Sejarah dan Kejutan Kirin Cup

Secara statistik, rekor pertemuan kedua negara sangat berat sebelah untuk keuntungan Brasil. Dari 14 pertemuan sebelumnya, Brasil hanya kalah satu kali dari Jepang. Satu-satunya laga Piala Dunia antara kedua tim terjadi 20 tahun lalu, tepatnya di matchday terakhir fase grup Piala Dunia 2006, saat Brasil menang telak 4-1, dengan catatan unik bahwa pelatih Jepang di laga tersebut adalah legenda Brasil sendiri, Zico.

Namun satu kekalahan tersebut datang di waktu yang sangat tidak nyaman bagi Brasil, laga persahabatan Kirin Cup pada Oktober tahun lalu, ketika Jepang membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 menjadi menang 3-2 di 20 menit terakhir. Hasil itu menjadi satu-satunya bekal psikologis sekaligus modal kepercayaan diri bagi Jepang menjelang duel ulangan yang jauh lebih bergengsi ini.

Zico, yang juga dikenal sebagai salah satu peletak fondasi sepak bola modern Jepang lewat kariernya di klub Kashima Antlers, ikut buka suara menjelang laga ini. Ia mengingatkan publik Brasil bahwa Jepang saat ini adalah tim yang jauh lebih matang dibanding generasi 2006, dengan mayoritas pemain skuad mereka kini berkarier di liga-liga top Eropa. Menurutnya, perkembangan terbesar Jepang bukan hanya soal teknik, melainkan mentalitas, kemampuan mereka untuk tetap tenang dan bangkit ketika tertinggal, sesuatu yang dulu menjadi titik lemah utama tim ini.

Sementara itu, Presiden Federasi Sepak Bola Jepang, Tsuneyasu Miyamoto, bahkan menyebut laga melawan Brasil ini punya potensi menjadi pertandingan terbesar dalam sejarah sepak bola Jepang, mengingat besarnya nama lawan dan tingginya ekspektasi publik di kampung halaman.

Dari sisi taktik, laga ini diprediksi menjadi duel yang menarik justru karena kedua tim sebenarnya sama-sama lebih nyaman bermain dengan bola sedikit di kaki lawan. Brasil unggul dalam hal individu kelas dunia di lini depan, namun Jepang dikenal memiliki blok pertahanan yang sangat rapi dan disiplin, mengandalkan kerja sama tim serta pergerakan tanpa bola yang terus berputar untuk membongkar pertahanan lawan lewat serangan balik cepat dan vertikal.

Ancelotti diperkirakan tetap mempertahankan formasi 4-3-3 dengan trio gelandang Casemiro, Bruno Guimaraes, dan Lucas Paqueta sebagai pengatur tempo, sementara Matheus Cunha beroperasi sebagai juru gedor utama didampingi Vinicius Junior dan pemain muda Rayan di kedua sisi sayap. Risiko terbesar bagi Brasil terletak pada bek sayap yang terlalu agresif maju membantu serangan, karena Jepang dikenal piawai mengeksploitasi ruang kosong yang ditinggalkan lewat transisi kilat begitu mereka merebut bola.

Di kubu Jepang, Moriyasu kemungkinan akan menurunkan formasi tiga bek dengan Ayase Ueda sebagai ujung tombak, didukung pergerakan dari sela-sela lini oleh para gelandang serang. Tanpa Kubo, beban kreativitas akan banyak bertumpu pada Daichi Kamada dan Junya Ito

Prediksi Susunan Pemain

Brasil (4-3-3): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes, Lucas Paqueta; Rayan, Matheus Cunha, Vinicius Junior

Jepang (3-4-2-1): Zion Suzuki; Shogo Machida, Ko Itakura, Yukinari Sugawara; Junya Ito, Kaishu Sano, Hidemasa Morita, Keito Nakamura; Daichi Kamada, Takumi Minamino; Ayase Ueda

Prediksi Pertandingan

Di atas kertas, keunggulan kualitas individu jelas berpihak kepada Brasil, dan status mereka sebagai favorit cukup beralasan mengingat kedalaman skuad serta bentuk permainan yang terus menanjak sejak hasil imbang pembuka melawan Maroko. Namun siapa pun yang meremehkan Jepang berisiko mengulang kesalahan yang sama seperti laga Kirin Cup tahun lalu.

FIFA, Roto Wire, SI, ESPN

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Neymar Jr Resmi Pensiun dari Timnas Brasil: Saya Memberikan Darah, Hidup Saya untuk Selecao

Olahraga

Zinedine Zidane Terharu Pimpin Timnas Prancis, Sengaja Tolak Tawaran Klub Demi Les Bleus

Olahraga

Roberto Mancini Resmi Kembali Latih Timnas Italia, FIGC Akhiri Drama Pencarian Pelatih

Olahraga

Real Madrid Percaya Diri Rekrut Rodri, Kapten Spanyol Disebut Sudah Masuk Kerangka Tim

Olahraga

50 Laga Tanpa Kekalahan, Timnas Spanyol Cetak Rekor Tak Tertandingi

Olahraga

FIFA Selidiki Keributan Final Piala Dunia 2026, Aksi Leandro Paredes Jadi Sorotan