Kitakininews.co.id - Afrika masih memiliki harapan di Piala Dunia 2026. Maroko dan Mesir menjadi dua wakil terakhir yang sukses menembus babak 16 besar setelah melewati laga-laga dramatis di fase gugur, sementara tujuh tim Afrika lainnya harus angkat koper.
Perjalanan luar biasa wakil Afrika di Piala Dunia 2026 memasuki babak baru. Dari sembilan negara Afrika yang berhasil mencapai babak 32 besar, kini hanya Maroko dan Mesir yang masih bertahan. Keduanya menjadi tumpuan harapan benua Afrika untuk kembali menciptakan sejarah di panggung sepak bola dunia.
Maroko menjadi tim Afrika pertama yang memastikan tempat di babak 16 besar. Atlas Lions menyingkirkan Belanda melalui adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Monterrey. Kiper Yassine Bounou kembali tampil sebagai pahlawan dengan menggagalkan penalti lawan, sementara Ismael Saibari memastikan kemenangan lewat tendangan penalti penentu. Maroko selanjutnya akan menghadapi tuan rumah Kanada pada babak 16 besar.
Beberapa hari kemudian, Mesir mengikuti jejak Maroko. The Pharaohs mengalahkan Australia melalui adu penalti 4-2 setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan waktu. Kemenangan tersebut menjadi tonggak bersejarah karena merupakan kemenangan pertama Mesir di fase gugur Piala Dunia sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.
Kapten Mesir, Mohamed Salah, menjadi salah satu tokoh utama kemenangan tersebut. Selain sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti, ia juga memimpin rekan-rekannya tampil tenang dalam situasi penuh tekanan. Pelatih Hossam Hassan mengungkapkan bahwa timnya sengaja diminta mengabaikan tekanan dari luar dan hanya fokus pada setiap tendangan penalti.
"Para pemain tetap berada di zona mereka sendiri. Mereka tidak memikirkan apa pun selain tugas masing-masing," kata Hossam Hassan usai pertandingan.
Keberhasilan Maroko dan Mesir sekaligus menunjukkan konsistensi perkembangan sepak bola Afrika dalam beberapa tahun terakhir. Maroko sebelumnya mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022, sementara Mesir kini menorehkan pencapaian terbaik mereka dengan lolos ke babak 16 besar melalui kemenangan fase gugur pertama.
Di sisi lain, perjalanan tujuh wakil Afrika lainnya harus berakhir lebih cepat. Afrika Selatan, Pantai Gading, Tanjung Verde, Senegal, Ghana, Republik Demokratik Kongo, dan Aljazair gagal melewati babak 32 besar meski sebelumnya tampil menjanjikan sepanjang fase grup.
Meski jumlah wakil Afrika berkurang drastis, pencapaian pada Piala Dunia 2026 tetap menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah benua tersebut. Format baru turnamen yang diikuti 48 tim memberi kesempatan lebih besar bagi negara-negara Afrika untuk bersaing, dan sembilan tim berhasil menembus fase gugur, sebuah rekor baru bagi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Tantangan berikutnya tidak akan mudah. Maroko dijadwalkan menghadapi Kanada, sedangkan Mesir akan berjumpa juara bertahan Argentina dalam perebutan tiket perempat final. Dua laga tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi harapan Afrika untuk terus melangkah di Piala Dunia 2026.
Sumber: Reuters, Dawan Africa