Kitakininews.co.id - Tiga Tuan Rumah Berguguran,
Piala Dunia 2026 Tanpa Wakil Penyelenggara di Perempat Final
Piala Dunia 2026 menghadirkan catatan bersejarah yang tidak diharapkan oleh tiga negara penyelenggara. Untuk pertama kalinya sejak format tiga tuan rumah diterapkan, tidak satu pun dari Amerika Serikat, Kanada, maupun Meksiko berhasil mengamankan tempat di babak perempat final.
Amerika Serikat menjadi negara tuan rumah terakhir yang tersingkir setelah kalah telak 1-4 dari Belgia pada babak 16 besar, Selasa (8/7/2026) pagi WIB. Hasil pertandingan di Stadion Lumen Field, Seattle, itu sekaligus mengakhiri kiprah seluruh tuan rumah di turnamen yang digelar bersama di Amerika Utara.
Ironisnya, kegagalan Amerika terjadi setelah tim besutan Mauricio Pochettino sempat menjadi sorotan akibat keputusan FIFA yang membatalkan hukuman larangan bermain Folarin Balogun. Kebijakan tersebut memicu perdebatan luas karena dianggap memberikan keuntungan bagi tim tuan rumah menjelang laga hidup-mati kontra Belgia.
Kontroversi Sebelum Pertandingan
Sehari sebelum duel melawan Belgia, FIFA mengumumkan bahwa Balogun tetap diizinkan bermain meski sebelumnya menerima kartu merah pada pertandingan babak 32 besar. Komite Disiplin FIFA menyatakan keputusan itu diambil setelah proses peninjauan terhadap insiden yang menyebabkan sang penyerang diusir wasit.
Keputusan tersebut langsung memunculkan reaksi dari berbagai kalangan sepak bola. Sejumlah media Eropa menyoroti kebijakan itu karena hukuman kartu merah dalam kompetisi FIFA umumnya berlaku otomatis pada pertandingan berikutnya.
Kontroversi semakin membesar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah berbicara dengan Presiden FIFA Gianni Infantino mengenai kasus tersebut. Pernyataan itu memunculkan spekulasi adanya tekanan politik terhadap proses pengambilan keputusan, meski FIFA menegaskan seluruh langkah dilakukan sesuai prosedur disiplin yang berlaku.
Belgia Membungkam Tuan Rumah
Di atas lapangan, Belgia menunjukkan kualitas yang jauh lebih baik. The Red Devils tampil efektif sejak awal pertandingan dan mampu memanfaatkan setiap celah di lini pertahanan Amerika Serikat. Charles De Ketelaere menjadi salah satu pemain paling menonjol dengan kontribusi gol dan assist, sementara Romelu Lukaku turut memperbesar keunggulan Belgia.
Amerika Serikat sempat memperkecil ketertinggalan melalui Malik Tillman, tetapi momentum itu tidak bertahan lama. Belgia kembali menekan dan memastikan kemenangan meyakinkan 4-1 untuk mengamankan tiket ke babak perempat final.
Hasil tersebut sekaligus membuktikan bahwa kontroversi di luar lapangan tidak mampu mengubah jalannya pertandingan. Belgia tetap tampil dominan dan layak melangkah ke fase berikutnya.
Kanada dan Meksiko Lebih Dulu Angkat Koper
Sebelum Amerika Serikat tersingkir, dua tuan rumah lainnya sudah lebih dahulu mengakhiri perjalanan.
Kanada gagal melanjutkan kejutan setelah kalah 0-3 dari Maroko pada babak 16 besar. Wakil CONCACAF itu kesulitan menghadapi permainan cepat dan disiplin tim Afrika yang tampil sangat efektif sepanjang laga.
Di sisi lain, Meksiko harus mengubur impian tampil di delapan besar usai menyerah 2-3 dari Inggris dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Kekalahan tersebut memastikan El Tri mengikuti jejak Kanada meninggalkan turnamen lebih awal.
Keuntungan Tuan Rumah Tak Menjamin Prestasi
Selama ini, bermain di kandang sendiri sering dianggap sebagai keuntungan besar dalam ajang Piala Dunia. Dukungan puluhan ribu suporter, adaptasi terhadap kondisi cuaca, hingga minimnya perjalanan biasanya menjadi faktor yang menguntungkan negara penyelenggara.
Namun, Piala Dunia 2026 justru menghadirkan cerita berbeda. Ketiga tuan rumah gagal memanfaatkan keuntungan tersebut untuk menembus babak delapan besar.
Amerika Serikat menjadi tim yang melangkah paling jauh di antara para penyelenggara, tetapi perjalanan mereka tetap berakhir di babak 16 besar. Kanada dan Meksiko pun mengalami nasib serupa.
Catatan Bersejarah Piala Dunia 2026
Berakhirnya perjalanan Amerika Serikat memastikan babak perempat final Piala Dunia 2026 akan berlangsung tanpa kehadiran satu pun negara tuan rumah. Fakta ini menjadi salah satu cerita terbesar turnamen sejauh ini.
Kontroversi terkait keputusan FIFA terhadap Balogun sempat menjadi perbincangan hangat menjelang pertandingan. Akan tetapi, hasil di lapangan menunjukkan bahwa keunggulan tetap ditentukan oleh performa tim, bukan keputusan administratif.
Pada akhirnya, Belgia, Maroko, dan Inggris berhasil memupus harapan tiga negara penyelenggara. Piala Dunia 2026 pun mencatat sejarah baru: seluruh tuan rumah tersingkir sebelum mencapai babak perempat final.
Sumber: Reuters, AP News, The Guardian, ESPN.