Kitakininews.co.id - Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss tidak hanya diwarnai kemenangan dramatis Albiceleste dengan skor 3-1 setelah perpanjangan waktu, tetapi juga insiden yang melibatkan kapten Argentina, Lionel Messi, dengan wasit asal Portugal, João Pinheiro.
Momen tersebut terjadi pada penghujung babak pertama ketika Argentina sedang membentuk pagar hidup untuk mengantisipasi tendangan bebas Swiss. Dalam tayangan televisi, Pinheiro terlihat memberikan instruksi kepada Messi agar mundur sesuai jarak yang ditentukan. Namun, cara penyampaian sang wasit rupanya membuat Messi merasa tidak dihormati.
Kapten Argentina itu langsung menghampiri Pinheiro dan melontarkan protes dengan nada tegas. Rekaman percakapan yang ditangkap kamera siaran kemudian viral di media sosial.
"Bicaralah kepada saya dengan baik. Jangan tidak menghormati saya. Saya berbicara kepada Anda dengan hormat, jadi berbicaralah kepada saya dengan baik," ujar Messi kepada Pinheiro.
Menurut sejumlah laporan media Argentina dan internasional, Pinheiro sempat menegur Messi karena dianggap terlalu vokal saat menyampaikan protesnya. Meski situasi memanas selama beberapa detik, wasit tidak mengeluarkan kartu kepada pemain berusia 39 tahun tersebut dan pertandingan kembali dilanjutkan.
Insiden itu menjadi salah satu momen paling banyak dibicarakan dari pertandingan yang berlangsung penuh tensi tinggi tersebut. Sepanjang laga, Pinheiro memang beberapa kali menjadi sorotan karena sejumlah keputusan kontroversial, termasuk insiden yang berujung kartu merah bagi penyerang Swiss, Breel Embolo, setelah tinjauan VAR.
Meski sempat terlibat adu argumen dengan wasit, Messi tetap mampu menjaga fokusnya. Ia memang gagal mencetak gol untuk pertama kalinya di Piala Dunia 2026, tetapi tetap memberikan kontribusi penting melalui sepak pojok yang berujung gol pembuka Alexis Mac Allister.
Setelah Swiss menyamakan kedudukan melalui Dan Ndoye pada menit ke-67, pertandingan berlanjut hingga babak tambahan waktu. Argentina akhirnya memastikan kemenangan berkat gol spektakuler Julián Álvarez pada menit ke-112 dan Lautaro Martínez pada menit 120+1 untuk mengakhiri laga dengan skor 3-1.
Usai pertandingan, pelatih Argentina Lionel Scaloni lebih memilih membahas perjuangan timnya daripada polemik dengan perangkat pertandingan. Ia memuji karakter para pemain yang tetap tenang meski pertandingan berlangsung sangat sulit.
Di kubu Swiss, pelatih Murat Yakin justru melontarkan kritik keras terhadap keputusan yang menyebabkan Embolo diusir keluar lapangan. Menurutnya, aturan VAR yang diterapkan dalam insiden tersebut sulit diterima.
Sumber: The Daily Star, The Guardian