Kitakininews.co.id - Empat tim terbaik telah memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina sama-sama berhasil melewati hadangan di babak perempat final, tetapi jalan yang mereka tempuh menuju empat besar ternyata sangat berbeda.
Jika dilihat dari berbagai indikator seperti durasi pertandingan, selisih gol, tekanan yang dihadapi, hingga kebutuhan memainkan babak tambahan waktu, Prancis menjadi tim yang memiliki perjalanan paling mulus menuju semifinal. Sebaliknya, Inggris dan Argentina harus menguras tenaga selama 120 menit untuk memastikan kemenangan.
Prancis Paling Efisien
Prancis menjadi satu-satunya semifinalis yang meraih kemenangan dengan margin dua gol tanpa harus melalui drama perpanjangan waktu. Les Bleus mengalahkan Maroko 2-0 dalam waktu normal 90 menit.
Selain menjaga keunggulan sejak awal pertandingan, lini belakang Prancis juga tampil solid tanpa kebobolan. Kemenangan dua gol tersebut menjadi margin terbesar di babak perempat final, sekaligus membuat pasukan Didier Deschamps menghemat energi menjelang semifinal menghadapi Spanyol.
Spanyol Menang, tetapi Harus Bertarung Hingga Akhir
Spanyol lolos setelah mengalahkan Belgia dengan skor 2-1. Meski tidak membutuhkan babak tambahan, La Roja dipaksa bekerja keras hingga peluit panjang berbunyi.
Keunggulan satu gol membuat pertandingan tetap terbuka sepanjang babak kedua. Belgia terus menekan hingga menit-menit akhir sehingga Spanyol tidak pernah benar-benar berada dalam posisi aman. Namun, keberhasilan menyelesaikan laga dalam 90 menit tetap menjadi keuntungan dibanding Inggris dan Argentina.
Inggris Lolos Lewat Drama Extra Time
Inggris menjalani laga paling melelahkan bersama Argentina. The Three Lions bahkan sempat tertinggal lebih dahulu dari Norwegia melalui gol Andreas Schjelderup.
Jude Bellingham menyamakan kedudukan menjelang turun minum sebelum mencetak gol kemenangan pada babak perpanjangan waktu. Selain harus bermain selama 120 menit, Inggris juga menghadapi sejumlah momen kontroversial, termasuk gol penyama kedudukan yang sempat diprotes Norwegia dan gol lawan yang dianulir VAR.
Pelatih Thomas Tuchel bahkan mengakui timnya tidak tampil maksimal meski berhasil lolos ke semifinal. Ia menilai Inggris terlalu banyak melakukan kesalahan teknis dan beruntung bisa mengatasi perlawanan Norwegia.
Argentina Harus Bermain 120 Menit
Argentina juga dipaksa memainkan babak tambahan saat menghadapi Swiss. Juara bertahan sempat unggul lebih dulu, tetapi Swiss mampu menyamakan kedudukan sehingga pertandingan berlanjut ke extra time.
Keunggulan jumlah pemain setelah Swiss kehilangan Breel Embolo akibat kartu merah memang membantu Argentina. Namun, gol penentu baru lahir pada menit ke-112 melalui Julián Álvarez sebelum Lautaro Martínez memastikan kemenangan 3-1 pada masa injury time babak tambahan.
Skor akhir memang menjadi yang terbesar di antara seluruh semifinalis, tetapi kemenangan Argentina baru dipastikan setelah bermain selama dua jam penuh. Hal itu membuat Argentina mengeluarkan energi lebih besar dibanding Prancis maupun Spanyol
Perbandingan Perjalanan Empat Semifinalis
Prancis Punya Modal Fisik Terbaik
Dari seluruh indikator, Prancis layak disebut sebagai tim yang memiliki perjalanan paling ringan menuju semifinal. Les Bleus menang dengan selisih dua gol, mencatat clean sheet, dan tidak perlu memainkan babak tambahan sehingga kondisi fisik para pemain relatif lebih terjaga.
Spanyol berada di posisi kedua karena menyelesaikan pertandingan dalam 90 menit meski hanya menang tipis. Inggris dan Argentina harus bekerja lebih keras setelah bermain hingga perpanjangan waktu, yang tentu berpotensi memengaruhi kebugaran pemain menjelang laga semifinal.
Dengan demikian, jika ukuran utamanya adalah durasi pertandingan, margin kemenangan, serta tingkat kesulitan dalam mengamankan hasil, maka Prancis menjadi tim yang melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan perjuangan paling efisien.
Sumber: The Times of India, SB Nation