Piala Dunia 2026

Thomas Tuchel Bangga Inggris Raih Medali Perunggu, Pencapaian Terbaik 60 Tahun

Tuchel Bangga Inggris Bangkit Raih Medali Perunggu Dunia
Sukri - Minggu, 19 Juli 2026 10:30 WIB
istimewa
Timnas Inggris meraih peringkat ketiga atau medali perunggu Piala Duniia 2026 setelah mengalahkan Prancis 6-4. (Foto: england/Instagram)

Kitakininews.co.id - Timnas Inggris mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan catatan manis setelah menaklukkan Prancis 6-4 pada laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan dalam duel yang menghasilkan 10 gol tersebut memastikan The Three Lions membawa pulang medali perunggu, sekaligus mencatatkan pencapaian terbaik mereka di ajang Piala Dunia sejak terakhir menjadi juara pada edisi 1966.

Inggris tampil sangat agresif sejak peluit pertama dibunyikan. Declan Rice membawa timnya unggul cepat pada menit ketiga sebelum Ezri Konsa menggandakan keunggulan di menit ke-18. Bukayo Saka kemudian menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Prancis dengan mencetak dua gol pada menit ke-37 dan masa injury time babak pertama (45+1), membuat Inggris menutup paruh pertama dengan keunggulan telak 4-0.

Prancis sempat memberikan perlawanan sengit selepas jeda. Kylian Mbappe membuka harapan Les Bleus melalui gol pada menit ke-48, disusul Bradley Barcola enam menit kemudian. Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-66 sehingga selisih gol menipis menjadi 4-3.

Saat tekanan Prancis semakin meningkat, Inggris memperoleh hadiah penalti pada menit ke-87. Saka yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya untuk melengkapi hattrick sekaligus membawa Inggris unggul 5-3. Ousmane Dembele sempat membuat pertandingan kembali menegangkan lewat gol pada menit 90+6, tetapi Jude Bellingham memastikan kemenangan Inggris melalui gol di menit 90+8. Skor 6-4 bertahan hingga pertandingan usai.

Usai laga, pelatih Thomas Tuchel tidak bisa menyembunyikan rasa puas terhadap penampilan anak asuhnya. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa Inggris mampu bangkit dengan karakter kuat setelah mengalami kekecewaan besar akibat tersingkir dari semifinal oleh Argentina.

"Kami meminta para pemain memberikan respons setelah kekalahan yang sangat menyakitkan. Mereka menjawab tantangan itu dengan penampilan luar biasa dan menutup turnamen lewat kemenangan yang sangat berarti," ujar Tuchel.

Pelatih asal Jerman itu menilai para pemain berhasil menunjukkan mentalitas yang diharapkannya hanya dalam waktu singkat setelah kegagalan di semifinal.

Tuchel juga menanggapi kritik yang sempat diarahkan kepadanya menyusul keputusan taktis saat Inggris kalah 1-2 dari Argentina. Beberapa pihak menilai pergantian pemain yang dilakukannya terlalu defensif dan menjadi penyebab hilangnya momentum tim.

Namun, mantan pelatih Chelsea dan Bayern Muenchen tersebut menegaskan dirinya tidak menyesali keputusan yang telah diambil.

"Saya membuat setiap keputusan berdasarkan pengalaman, intuisi, dan keyakinan bahwa itu adalah pilihan terbaik untuk membantu tim memenangkan pertandingan. Dalam sepak bola, semua keputusan memang selalu lebih mudah dinilai setelah laga berakhir," kata Tuchel.

Ia juga membantah anggapan bahwa pendekatannya terlalu berhati-hati ketika Inggris berada dalam posisi unggul.

Meski sebelumnya mengakui laga perebutan tempat ketiga bukan pertandingan yang diimpikan setiap pemain, Tuchel menegaskan duel melawan Prancis tetap memiliki arti penting bagi perkembangan tim nasional Inggris.

"Kami membawa luka yang sangat dalam setelah gagal ke final. Bekas itu akan selalu ada. Namun kami memiliki kesempatan untuk menunjukkan reaksi dan meraih pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia dalam 60 tahun," ungkapnya.

Sebelum pertandingan berlangsung, Tuchel memang telah meminta skuadnya menjadikan kekalahan dari Argentina sebagai bahan bakar untuk bangkit.

"Kami tidak akan berhenti mengejar tujuan kami. Kekalahan itu sangat menyakitkan, tetapi kami harus belajar darinya, terus berkembang, dan menutup turnamen dengan cara terbaik," tutur pelatih berusia 52 tahun tersebut.

Keberhasilan mengalahkan Prancis sekaligus menjadi jawaban atas keraguan yang sempat menghampiri Inggris setelah gagal melangkah ke final. Produktivitas enam gol ke gawang salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia memperlihatkan bahwa lini serang The Three Lions tetap memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi.

Meski belum berhasil mengakhiri penantian panjang meraih trofi Piala Dunia, finis di posisi ketiga menjadi modal penting bagi Tuchel dalam turnamen besar pertamanya bersama Inggris. Hasil tersebut juga memperkuat optimisme bahwa The Three Lions memiliki fondasi yang kokoh untuk menghadapi UEFA Euro mendatang sekaligus kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar internasional.

Sumber: FIFA, England Football

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Ketajaman Bertemu Benteng Terkuat Dunia

Olahraga

Gubernur Bobby Nasution Hadiri Nobar Final Piala Dunia, Satlantas Polres Nias Lakukan Rekayasa Kalukintas

Olahraga

Didier Deschamps Pamit, Prancis Gagal Tutup Piala Dunia dengan Manis

Olahraga

Mbappe Ukir Rekor Piala Dunia, Namun tak Mampu Selamatkan Prancis dari Inggris

Olahraga

Inggris Rebut Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026, Bungkam Prancis 6-4 dalam Duel 10 Gol

Olahraga

Nobar Final Piala Dunia 2026, Satlantas Polres Gunung Sitoli Rekayasa Jalan