Kitakininews.co.id - Langkah PSMS Medan merekrut pelatih asal Spanyol, Ramon Tribulietx, sebagai Direktur Teknik berpotensi menghadapi tantangan regulasi. Pasalnya, kompetisi Championship atau Liga 2 Indonesia hingga kini masih melarang klub mendaftarkan pelatih asing sebagai bagian dari ofisial tim.
Kondisi tersebut membuat PSMS harus menyiapkan skenario berbeda untuk memaksimalkan peran mantan pelatih Auckland City tersebut, terutama setelah Ayam Kinantan tampil di Piala Presiden Elite 2026.
Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, menegaskan kehadiran Ramon Tribulietx di Piala Presiden tidak akan menjadi persoalan karena regulasi turnamen mengikuti aturan Liga 1 yang memperbolehkan pelatih asing berada di bangku cadangan.
"Jadi untuk Coach Ramon ini di Piala Presiden akan mendampingi Coach Eko bersama-sama untuk mengawal tim kita bertanding di Piala Presiden," kata Fendi Jonathan, di Medan belum lama ini.
Menurutnya, Ramon akan bekerja berdampingan dengan pelatih kepala Eko Purdjianto selama turnamen pramusim berlangsung.
"Karena rule-nya di Piala Presiden itu sama seperti di Liga 1, boleh ada (pelatih) asingnya. Kecuali Liga 2, tidak boleh untuk ofisial. Jadi untuk sementara di Piala Presiden ini Coach Eko akan bersama berdampingan dengan Coach Ramon untuk Piala Presiden," ujarnya.
Liga 2 Masih Melarang Pelatih Asing
Persoalan muncul ketika PSMS memasuki kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Regulasi yang berlaku saat ini belum mengizinkan klub mendaftarkan pelatih asing sebagai ofisial tim. Artinya, apabila aturan tersebut tidak berubah, Ramon Tribulietx tidak dapat duduk di bench maupun tercantum dalam daftar ofisial pertandingan PSMS selama Liga 2 berlangsung.
Fendi mengakui manajemen masih terus memantau perkembangan regulasi dari operator kompetisi maupun PSSI sebelum mengambil keputusan final terkait jabatan Ramon.
"Kita lihat nanti kondisinya, apakah rule itu berubah atau tidak," ungkapnya.
Apabila regulasi tetap melarang pelatih asing menjadi ofisial Liga 2, PSMS telah menyiapkan alternatif agar pengalaman Ramon Tribulietx tetap dapat dimanfaatkan.
Fendi menyebut mantan pelatih yang sukses bersama Auckland City itu berpeluang menjalankan peran sebagai penasihat Presiden Klub, sehingga tetap bisa memberikan masukan teknis tanpa harus didaftarkan sebagai bagian dari ofisial tim.
"Kalau rule-nya itu tidak berubah untuk ofisial, maka mungkin saya jadikan beliau sebagai penasihat saya. Kan boleh, sah saja, selama tidak saya daftarkan ke Liga," tambahnya.
Dengan status tersebut, Ramon tetap bisa memberikan evaluasi, pendampingan, hingga masukan terkait pengembangan tim tanpa melanggar regulasi kompetisi.
Bagi manajemen PSMS, status jabatan bukanlah persoalan utama. Yang terpenting adalah bagaimana pengalaman internasional Ramon Tribulietx dapat membantu meningkatkan kualitas permainan Ayam Kinantan.
Fendi menegaskan seluruh elemen klub memiliki tujuan yang sama, yakni membawa PSMS kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Ya pastinya membantu. Intinya sama-sama kita membantu PSMS supaya bisa mencapai tujuannya ke Liga 1," tegasnya.
Kehadiran Ramon sendiri menjadi salah satu langkah ambisius PSMS dalam membangun fondasi jangka panjang. Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut dikenal memiliki rekam jejak gemilang bersama Auckland City dengan koleksi berbagai gelar domestik dan prestasi di ajang Piala Dunia Antarklub FIFA.