Kitakininews.co.id - Mantan petarung ONE Championship, Saygid Izagakhmaev, mendapat kesempatan menebus kegagalan pada penampilan perdananya di Ultimate Fighting Championship (UFC). Izagakhmaev, petarung asal Dagestan yang merupakan murid sekaligus junior legenda UFCKhabib Nurmagomedov itu dijadwalkan menghadapi Abubakar Vagaev pada ajang UFC Fight Night Abu Dhabi, Sabtu (25/7/2026) waktu setempat di Etihad Arena.
Laga ini diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua petarung dari kawasan Kaukasus yang sama-sama dikenal memiliki dasar gulat dan sambo kelas dunia. Pertemuan tersebut bahkan disebut sebagai "perang saudara" karena Izagakhmaev dan Vagaev sama-sama berasal dari komunitas petarung Kaukasus yang memiliki hubungan erat dalam dunia MMA.
Izagakhmaev memasuki pertarungan dengan rekor profesional 22 kemenangan dan tiga kekalahan (22-3-0). Sebelum bergabung dengan UFC, ia dikenal sebagai salah satu petarung terbaik di ONE Championship dan merupakan bagian dari tim Eagles MMA yang dibangun Khabib Nurmagomedov.
Namun, debutnya di UFC tidak berjalan sesuai harapan. Kekalahan pada laga pertamanya kontra Nicolas Dalby, membuat petarung berusia 31 tahun itu kini datang ke Abu Dhabi dengan misi menghidupkan kembali peluangnya bersaing di divisi welter.
Di sudut lain, Abubakar Vagaev juga bukan lawan sembarangan. Petarung asal Chechnya tersebut mengoleksi rekor 24 kemenangan dan empat kekalahan (24-4-0) serta dikenal sebagai atlet yang memiliki kemampuan gulat agresif dipadukan dengan striking yang terus berkembang. Sejak direkrut UFC pada awal 2026, namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu prospek baru di kelas welter.
Izagakhmaev Tak Ingin Mengulangi Kesalahan
Menjelang pertarungan, Izagakhmaev menegaskan dirinya telah belajar banyak dari debut yang berakhir dengan kekalahan.
"Saya sudah memperbaiki banyak hal. Kali ini saya datang dengan persiapan yang jauh lebih baik dan ingin menunjukkan kemampuan saya yang sebenarnya," katanya.
Petarung binaan sekola MMA milik keluarga Nurmagomedov itu juga mengaku tidak terbebani menghadapi sesama petarung dari kawasan Kaukasus.
"Kami saling menghormati, tetapi ketika pintu oktagon ditutup, kami adalah lawan. Saya akan melakukan apa pun untuk meraih kemenangan," kata Izagakhmaev. Vagaev Siap Membuktikan Diri
Vagaev Siap Buktikan Kemampuan
Sementara itu, Abubakar Vagaev menyambut duel tersebut dengan penuh percaya diri. Menurutnya, menghadapi nama besar seperti Izagakhmaev justru menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dirinya kepada penggemar UFC.
"Ini pertarungan yang saya inginkan. Saya menghormati Saygid, tetapi saya datang untuk menang," katanya.
Vagaev juga menegaskan tidak gentar menghadapi petarung yang pernah menjadi andalan ONE Championship.
"Saya percaya dengan kemampuan saya. Saya siap bertarung di mana pun laga ini berlangsung," ungkapnya.
Adu Teknik Gulat Elite
Secara teknis, pertarungan diperkirakan berlangsung ketat. Izagakhmaev memiliki pengalaman bertanding di organisasi elite Asia dan dikenal mengandalkan kontrol di bawah, transisi grappling yang halus, serta kemampuan menguras stamina lawan.
Sebaliknya, Vagaev tampil lebih agresif dengan tekanan sejak awal ronde. Ia memiliki pertahanan takedown yang solid dan pukulan yang cukup eksplosif untuk mengubah jalannya pertarungan kapan saja.
Banyak pengamat menilai duel ini bisa menjadi salah satu pertarungan paling menarik di kartu pendahuluan UFC Abu Dhabi. Kedua petarung sama-sama membutuhkan kemenangan demi menjaga peluang menembus persaingan papan atas divisi welter.
Bagi Izagakhmaev, kemenangan akan menjadi titik awal kebangkitannya di UFC setelah debut yang mengecewakan. Sebaliknya,
bagi Vagaev, menumbangkan mantan bintang ONE Championship akan menjadi pernyataan tegas bahwa dirinya layak diperhitungkan sebagai kekuatan baru di divisi welter UFC.
Sumber: UFC, Sherdog, MMA Fighting, Home of Fight