Kitakininews.co.id - Penantian panjang Zinedine Zidane untuk menangani Timnas Prancis akhirnya berakhir. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi menunjuk legenda Les Bleus itu sebagai pelatih kepala baru menggantikan Didier Deschamps dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Penunjukan tersebut mengakhiri spekulasi bertahun-tahun mengenai masa depan Zidane yang sejak meninggalkan Real Madrid memang terus dikaitkan dengan kursi pelatih tim nasional Prancis.
Momen perkenalan Zidane sebagai pelatih baru Les Bleus berlangsung emosional. Dalam konferensi pers pertamanya di markas FFF di Paris, Selasa (28/7/2026) waktu setempat, mantan kapten Timnas Prancis itu beberapa kali tampak berkaca-kaca saat berbicara mengenai penantian panjangnya. Ia mengaku kesempatan melatih negaranya sendiri merupakan impian terbesar yang telah dinantikan selama bertahun-tahun.
"Saya telah menghabiskan empat atau lima tahun terakhir menunggu hari ini, jadi saya sedikit emosional. Perasaan ini sangat kuat. Ini adalah kebahagiaan yang luar biasa," ujar Zidane.
Zidane mengungkapkan, sejak mengakhiri periode keduanya bersama Real Madrid pada 2021, ia memang sengaja tidak menerima berbagai tawaran melatih klub maupun tim nasional lain. Satu-satunya pekerjaan yang benar-benar diinginkannya adalah menjadi pelatih Timnas Prancis.
"Setelah Real Madrid, saya hanya menginginkan Prancis," kata Zidane.
Keputusan tersebut membuatnya rela menunggu bertahun-tahun hingga Didier Deschamps mengakhiri masa baktinya setelah memimpin Les Bleus selama 14 tahun. Selama era Deschamps, Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018, juara UEFA Nations League, serta mencapai final Piala Dunia 2022 sebelum menutup kiprahnya usai Piala Dunia 2026.
Bagi Zidane, kesempatan melatih tim nasional memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan pencapaian lainnya dalam karier kepelatihannya.
"Ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam karier saya. Saya siap memulai babak baru bersama tim nasional," katanya.
Meski dikenal sukses membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun, Zidane menegaskan dirinya tidak datang
untuk sekadar menikmati status sebagai legenda. Ia ingin melanjutkan tradisi kemenangan Prancis sekaligus membangun tim yang mampu bersaing di setiap turnamen besar.
Pelatih berusia 54 tahun itu juga mengisyaratkan akan mempertahankan identitas permainan menyerang yang selama ini melekat pada dirinya.
"Saya memiliki visi sendiri. Saya ingin tim ini terus menang, tetapi juga bermain dengan kreativitas dan sepak bola menyerang," ujar Zidane.
Presiden FFF Philippe Diallo mengatakan, penunjukan Zidane merupakan keputusan yang telah dipertimbangkan secara matang. Menurutnya, tidak ada sosok yang lebih tepat untuk memimpin generasi baru Les Bleus dibandingkan salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Prancis.
Diallo menilai pengalaman Zidane sebagai pemain juara dunia 1998 sekaligus pelatih yang sukses bersama Real Madrid menjadi kombinasi ideal untuk membawa Prancis kembali mengejar gelar internasional berikutnya.
Zidane dijadwalkan mulai bekerja bulan depan dengan laga perdananya pada UEFA Nations League menghadapi Turki, sebelum menjalani pertandingan kandang melawan Italia. Ia akan memimpin proyek empat tahun yang berfokus pada persiapan Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Sumber: Reuters, Managing Madrid, The Guardian, AP