Kitakininews.co.id - Dunia sepak bola berduka setelah legenda AC Milan dan tim nasional Italia, Franco Baresi, meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026) dalam usia 66 tahun. Kabar wafatnya salah satu bek terbaik sepanjang masa itu dikonfirmasi langsung oleh AC Milan melalui pernyataan resmi klub, setelah Baresi menjalani perjuangan panjang melawan penyakit yang dideritanya.
Kepergian Baresi menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Italia. Sosok yang mengabdikan seluruh karier profesionalnya untuk Rossoneri itu dikenang sebagai simbol kesetiaan, kepemimpinan, dan ketangguhan di lini belakang.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya, AC Milan telah memensiunkan nomor punggung 6 miliknya sejak ia memutuskan pensiun pada 1997.
Dalam pernyataan resminya, AC Milan mengungkapkan duka mendalam atas wafatnya sang legenda.
"Sejarah kami menangis atas kepergian Franco Baresi," demikian pernyataan AC MIlan.
Klub juga memberikan penghormatan terakhir kepada mantan kaptennya melalui kalimat singkat yang sarat makna.
"Selamanya Kapten," katanya.
Kabar duka tersebut diterima skuad AC Milan yang tengah menjalani tur pramusim di Australia. Seluruh pemain, staf pelatih, dan ofisial mengheningkan cipta selama satu menit sebelum memberikan tepuk tangan panjang sebagai penghormatan terakhir kepada sosok yang telah menjadi ikon klub selama puluhan tahun.
Suasana haru menyelimuti rombongan Rossoneri yang kehilangan salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah klub.
Sejumlah media Italia melaporkan bahwa kondisi kesehatan Baresi mulai menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, ia menjalani operasi untuk mengangkat nodul di paru-paru yang ditemukan melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Setelah prosedur tersebut, Baresi terus menjalani pengobatan dan pemulihan hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Jumat dini hari waktu setempat.
Meski kesehatannya terus menurun, Baresi masih sempat tampil di hadapan publik pada Februari 2026 sebagai pembawa obor Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina di Stadion San Siro, sebuah momen yang kemudian menjadi salah satu penampilan publik terakhirnya.
Lahir di Travagliato, Brescia, pada 8 Mei 1960, Franco Baresi menjalani debut bersama tim utama AC Milan pada musim 1977/1978. Sejak saat itu, ia tidak pernah mengenakan seragam klub lain hingga pensiun.
Selama hampir 20 tahun membela Rossoneri, Baresi mencatat lebih dari 700 pertandingan resmi dan dipercaya menjadi kapten selama 15 musim.
Di bawah kepemimpinannya, AC Milan berkembang menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa dengan koleksi enam gelar Serie A, tiga Piala Champions Eropa, dua Piala Interkontinental, serta berbagai trofi domestik dan internasional lainnya.
Kemampuan membaca permainan, kepemimpinan yang kuat, dan ketenangan dalam mengorganisasi pertahanan menjadikannya sebagai salah satu libero terbaik dalam sejarah sepak bola.
Di level internasional, Baresi turut membawa Italia menjuarai Piala Dunia 1982. Ia kemudian dipercaya mengenakan ban kapten Gli Azzurri pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Salah satu momen paling dikenang terjadi pada final Piala Dunia 1994 ketika Baresi tampil hanya sekitar tiga pekan setelah menjalani operasi lutut.
Meski Italia akhirnya kalah melalui adu penalti dari Brasil, penampilan penuh pengorbanan tersebut hingga kini masih dikenang sebagai salah satu contoh dedikasi terbesar dalam sejarah sepak bola.
Sepanjang karier internasionalnya, Baresi membukukan 81 penampilan bersama tim nasional Italia. Franco Baresi meninggalkan warisan yang jauh melampaui sederet trofi dan pencapaian di lapangan. Kesetiaannya kepada satu klub sepanjang karier menjadikannya simbol AC Milan sekaligus inspirasi bagi banyak generasi pemain bertahan.
Kepergian sang "Kapten Abadi" menutup satu era penting dalam sejarah sepak bola Italia. Namun nama, kepemimpinan, dan dedikasinya akan terus hidup di San Siro serta dikenang oleh jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia.
Sumber: Corriere dello Sport, Reuters